Jumat 26 Jun 2020 15:21 WIB

Arab Saudi Batasi Haji, Otoritas Haji Nigeria Akui Merugi

Keputusan Arab Saudi pada musim haji akan merugikan operator hingga 1 miliar Naira.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Muhammad Fakhruddin
Arab Saudi Batasi Haji, Otoritas Haji Nigeria Akui Merugi. Foto: Kabah di Masjidil Haram
Foto: Ihram.co.id
Arab Saudi Batasi Haji, Otoritas Haji Nigeria Akui Merugi. Foto: Kabah di Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID,LAGOS -- Asosasi operator penyedia jasa keberangkatan haji di Nigeria (AHUON) mengakui keputusan pembatasan haji yang dikeluarkan kerajaan Arab Saudi menimbulkan kerugian. Walau begitu, mereka tak bisa berbuat banyak hingga menerima keputusan Saudi dengan lapang dada.

Presiden AHUON Salihu Butu mengatakan sebagian anggota AHUON sudah menekan kontrak haji. Sehingga pembatasan ini memukul telak usaha mereka.

"Keputusan Arab Saudi pada musim haji 2020 akan merugikan operator hingga 1 miliar Naira (mata uang Nigeria)," kata Salihu dilansir dari allafrika.com pada Jumat (26/5).

Salihu menjelaskan kerugian operator diperparah karena sudah mengeluarkan uang untuk biaya operasioal. Namun sayangnya operator tak bisa berangkatkan jamaah hingga gagal menutup pengeluaran.

"Ada banyak pajak dan perusahaan yang harus dibayar dan kebanyakan kami tetap bayar entah itu ada haji atau tidak. Misalnya untuk sewa kantor dan gaji pegawai," ujar Salihu.

Beruntung maskapai, hotel dan penyedia jasa akomodasi memperpanjang batas waktu pemesanan AHUON sampai musim haji berikutnya. "Kabar baiknya kami tertunda mendapat untung, tapi kami tidak kehilangan. Kami hanya kehilangan sedikit di sektor logistik," sebut Salihu.

Salihu tak bisa berbuat banyak atas keputusan Saudi ini. Ia mengimbau agar keputusan Saudi tetap dijalankan karena demi kepentingan keselamatan bersama. "Kami terima keputusan Saudi dengan penuh kepercayaan," sebut Salihu. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement