Kamis 10 Jun 2021 05:04 WIB

Muslim Kingston Sebut Islamofobia Mengakar Kuat di Kanada

Muslim di Kingston minta pemerintah berbuat lebih banyak untuk lindungi muslim

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
Lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021.
Foto: REUTERS/Carlos Osorio
Lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021.

IHRAM.CO.ID,  OTTAWA -- Komunitas Muslim di Kingston dan seluruh negeri meminta pemerintah melakukan lebih banyak perhatian untuk melindungi umat Muslim. Hal ini disampaikan setelah muncul berita sebuah keluarga meninggal dunia dalam tabrakan yang disengaja oleh seorang Islamofobia.

"Semua kehidupan itu suci. Ketika nyawa tak berdosa diambil, maka pemerintah lokal serta pemerintah federal kami, Perdana Menteri kami yang terhormat Justin Trudeaum, perlu mengambil sikap yang lebih kuat daripada sekedar pernyataan dan kecaman,”  kata Imam Abubakar Mulla dari Kingston's Islamic Society, dikutip di Global News, Rabu (9/6).

Dalam peristiwa naas itu, empat dari lima anggota keluarga tidak selamat. Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun dalam kondisi terluka parah. Polisi London mengatakan ada bukti yang menyebut serangan itu direncanakan dan dimotivasi oleh kebencian.

Direktur School of Religion di Queen's University, Adnan Husain, merupakan salah satu tokoh yang ikut mengkurasi salah satu kursus pertama Kanada, yang didedikasikan untuk Islamofobia.

Dia mengatakan ketakutan atau kebencian terhadap orang-orang Muslim di Kanada, khususnya di Kingston, sudah berlangsung lama.

“Untuk mengatasi dan meredakan situasi Islamofobia dan menghapusnya dari masyarakat, kita harus benar-benar mengakui sejarah yang lebih panjang dan melakukan lebih banyak pendidikan, serta menyiapkan institusi dan praktik untuk menghilangkannya,” kata Husain.

Co-kurator kursus, Profesor Ariel Salzmann, mengatakan //Statistics Canada// tidak secara jelas menguraikan apa itu diskriminasi terhadap Muslim. Oleh karena itu, kejahatan rasial terhadap Muslim tidak dilacak dengan benar.

Kejahatan kebencian dipecah menjadi tiga kategori di situs statistik nasional, yakni ras, agama dan seksualitas. Profesor Ariel mengatakan sering kali Muslim menerima perlakuan yang masuk dalam beberapa kategori sekaligus, sehingga sulit untuk didokumentasikan dengan benar.

"Tanpa klasifikasi dan pengumpulan data yang benar, kami tidak tahu seberapa luas penyebarannya," kata dia.

Husain juga mengatakan diskriminasi sering dilihat hanya di atas permukaan, di mana Kanada secara signifikan lebih baik daripada Amerika Serikat. Tetapi, kenyataannya Islamofobia melakukan serangan yang sangat dekat dengan rumah.

Dia melanjutkan, diskriminasi terhadap Muslim tidak selalu terbukti seperti serangan di London. Hal ini juga bisa berbentuk seperti layanan yang buruk di restoran atau saat berbelanja, serta tidak diberikan akses yang sama untuk kesempatan kerja. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement