Kamis 28 Sep 2017 16:00 WIB

Ini Waktu Terbaik Jamaah Perempuan ke Raudhah

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Agung Sasongko
Pemberitahuan mengenai aturan memasuki Raudhah dalam bahasa Indonesia bagi jamaah perempuan dipasang di layar LCD di halaman Masjid Nabawi, Rabu (26/9).
Foto: Republika/Ani Nursalikah
Pemberitahuan mengenai aturan memasuki Raudhah dalam bahasa Indonesia bagi jamaah perempuan dipasang di layar LCD di halaman Masjid Nabawi, Rabu (26/9).

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Berbeda dengan peziarah laki-laki, jamaah perempuan tidak leluasa menziarahi makam Baginda Nabi Muhammad SAW di Raudhah di dalam Masjid Nabawi, Madinah.

Makam Rasulullah terbuka bagi peziarah pria setiap saat. Peziarah laki-laki diatur per gelombang untuk memasuki Raudhah lewat selatan Nabawi.

Waktunya setelah shalat fardhu. Pengaturan ini diterapkan agar peziarah tidak berdesak-desakan.

Direktur Hubungan Masyarakat Masjid Nabawi Abdul Wahid Al Hetab mengatakan jamaah perempuan yang akan ke Raudhah melalui sisi utara masjid. Bagi perempuan waktunya setelah matahari terbit hingga menjelang shalat zhuhur.

 

Lalu, bakda zhuhur hingga ashar. Kemudian setelah ashar hingga pertengahan malam.

"Jamaah laki-laki dan perempuan harus memperhatikan jalur masuk dan keluar dari Raudhah karena melewati jalur yang berbeda," katanya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di kantornya, Rabu siang (26/9).

Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Sektor Khusus Masjid Nabawi Ipda Vivi Novianti mengatakan jamaah perempuan umumnya masuk dari Pintu (Gate) 25. Dari Pintu 30 juga bisa. Bahkan bila masuk dari pintu ini posisi jamaah akan berada di shaf gerbang pertama.

Jamaah perempuan masuk per kelompok. Jamaah Indonesia disatukan dengan jamaah dari Malaysia, Filipina dan Thailand. Biasanya askar yang memandu membawa papan bertuliskan "Kumpulan Berbahasa Melayu".

Usai shalat subuh, jamaah perempuan akan dikumpulkan per kelompok. Mereka akan mengantre di depan pintu menuju halaman terbuka di dalam masjid.

Dari sini, jamaah akan kembali mengantre menuju Raudhah. Pintu dibuka pada pukul 07.00-09.00 Waktu Arab Saudi. Total jamaah perempuan mengantre selama dua jam. Di saat padat jamaah, perempuan bahkan bisa mengantre hingga empat jam.

"Sedangkan kalau malam antrean setelah shalat isya dan jam buka pintu pukul 22.00 23.30 WAS," katanya.

Dia menyarankan sebaiknya jamaah masuk saat siang karena jumlah jamaah hanya sedikit. Waktu menunggu buka gerbangnya sebentar dan jamaah bisa shalat membentuk shaf. Jamaah perempuan juga sebaiknya membawa bekal makanan ringan, seperti roti dan biskuit untuk mengganjal perut selama mengantre. n ani nursalikah

Pemberitahuan mengenai aturan memasuki Raudhah bagi jamaah perempuan dipasang di layar LCD di halaman Masjid Nabawi, Rabu (26/9).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement