Selasa 24 Jul 2018 16:28 WIB

Asosiasi Inggris Ingatkan Jamaah Haji Waspada Tragedi Mina

Jamaah diminta menjaga kondisi tubuh agar tidak kelelahan dan dehidrasi.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda
Jamaah haji memenuhi Masjid Quba, Madinah, Sabtu (21/7). Masjid yang terletak sekitar 10 kilometer dari Madjid Nabawi ini berdiri di lokasi tempat Rasulullah SAW membangun masjid pertama.
Foto: Republika/Fitriyan Zamzami
Jamaah haji memenuhi Masjid Quba, Madinah, Sabtu (21/7). Masjid yang terletak sekitar 10 kilometer dari Madjid Nabawi ini berdiri di lokasi tempat Rasulullah SAW membangun masjid pertama.

IHRAM.CO.ID, BIRMINGHAM -- Association of British Hujjaj (Pilgrims) UK memperingatkan jamaah haji untuk selalu waspada atas segala risiko di tanah suci. Termasuk di antaranya risiko kesehatan mematikan yang disebabkan sengatan panas.

Asosiasi mengatakan para jamaah di tanah suci harus menghindari panas langsung. Suhu di Arab Saudi diperkirakan dapat mencapai 45 derajat Celcius sehingga jamaah sebaiknya tidak banyak beraktivitas di luar.

Ibadah haji berlangsung selama lima hari pada 19-24 Agustus. Namun, paket haji jamaah biasanya untuk dua hingga tiga pekan di tanah suci.

Asosiasi yang bermarkas di Birmingham ini mengeluarkan pernyataan dan arahan untuk calon jamaah haji dari seluruh dunia. Jamaah harus melakukan apa pun untuk melindungi diri dari sengatan panas yang bisa berakibat fatal.

"Kelelahan disebabkan oleh panas adalah salah satu faktor yang berperan dalam tragedi Mina 2015, yang merenggut nyawa sekitar 3.000 jamaah," kata Asosiasi dilansir Birminghammail UK, Senin (24/7).

Suhu Makkah saat itu mencapai 46 derajat Celcius. Jamaah mengalami dehidrasi dan pingsan sehingga terjadi lah tragedi penginjakan. Pakar kesehatan di Asosiasi memperingatkan jamaah khususnya manula dan mereka dengan penyakit kronis adalah paling berisiko tinggi.

"Mereka berisiko tinggi kelelahan dan terkena sengatan panas karena kerumunan terlalu padat, kurang aklimatisasi, aktivitas fisik berat dan dehidrasi," katanya.

Kelelahan karena panas bisa memburuk dengan cepat. Tanda-tandanya termasuk lemas, lemah, letih, pusing, tekanan darah menurun, keram otot, merasa sakit tiba-tiba, berkeringat deras, sangat kehausan, jarang buang air kecil dan urin pekat.

Jamaah diminta memperhatikan tanda-tanda tersebut agar tidak terjadi hal-hal buruk. Jika merasa terlalu lelah, jamaah sebaiknya menyingkir dari aktivitas dan lebih memikirkan kemampuan pribadi.

"Mereka harus menutupi kepala mereka dengan payung kapan pun, sengatan panas bisa dihindari juga dengan banyak minum air, mandi sesering mungkin, menyemprotkan air ke wajah, kulit, baju, juga balut leher dengan kain basah," katanya.

Demi meminimalisasi efek lelah karena panas, jamaah harus sesegera mungkin mencari pertolongan medis. Menunda-nunda pertolongan hanya akan memperparah gejala. Ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement