Ahad 04 Aug 2019 01:22 WIB

Amirul Hajj Puji Komitmen Petugas Kesehatan Haji

Ibadah petugas kesehatan haji adalah melayani jamaah yang sakit.

Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjenguk jamaah haji yang dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Sabtu (3/8). Lukman mengapresiasi kinerja petugas kesehatan yang dinilainya maksimal dalam menangani jamaah yang mengalami gangguan kesehatan.
Foto: Muhammad Hafil/Republika
Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjenguk jamaah haji yang dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Sabtu (3/8). Lukman mengapresiasi kinerja petugas kesehatan yang dinilainya maksimal dalam menangani jamaah yang mengalami gangguan kesehatan.

IHRAM.CO.ID, Oleh Muhammad Hafil dari Makkah, Arab Saudi

 

Baca Juga

MAKKAH – Menteri Agama (Menag) sekaligus Amirul Hajj Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, memuji dedikasi dan komitmen petugas kesehatan haji. Di mana, mereka sejak tanah air sudah berniat maksimal untuk melayani jamaah haji.

“Masyarakat perlu tahu bahwa dedikasi komitmen petugas kesehatan kita itu luar biasa. Bahkan sebagia nemreka sejak di Tanah Air sudah meniatkan diri untuk tidak berhaji dan mereka berusaha untuk maksimal melayani jamaah haji kita,” kat Lukman saat meninjau Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Sabtu (3/8).

Menurut Lukman, para petugas kesehatan komitmen bahwa ibadah mereka tidak hanya dalam bentuk pergi ke Masjid Al Haram untuk melakukan tawaf atau sa’i. Tetapi, ibadah mereka adalah membantu jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan.

“Saya selaku Amirul Hajj sangat mengapresiasi dengan komitmen dan dedikasi yang begitu tinggi dari para petugas kesehatan kita,” kata Lukman.

Delegasi Amirul Hajj, Sabtu (3/8) sore, melakukan pertemuan dengan penanggung jawab KKHI di Makkah. Selain itu, juga berdiskusi dengan tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan KKHI.

photo
Petugas kesehatan haji sedang merawat seorang jamaah haji yang menderita penyakit gangguan saluran pernafasan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. (Ilustrasi)

Dari pertemuan itu, Lukman mengatakan pihaknya  mendapatkan penjelasan tentang penanganan jamaah haji yang mengalami kendala kesehatan bisa berjalan dengan lancar. Pengelolaan penanganan kesehatan dilakukan dengan baik.

“Ada yang dipisahkan ruang-ruang inap jamaah kita yang laki-laki dan perempuan, ada ruang psikiatri yang mengalami gangguan ingatan dan kejiwaaan. Selain itu, ketersediaan obat-obatan peralatan alhamdulillah mencukupi,“ kata Lukman.

Dalam pertemuan itu juga dibahas, bagaimana persiapan  menghadapi wukuf di Arafah karena puncak haji adalah wukuf di Arafah. Di mana, seperti tahun-tahun yang lalu sebagian yang sakit berat akan  disafariwukufkan dengan menggunakan bus-bus yang kita modifikasi tempat duduknya.

Selain itu, juga dibahas soal badal haji. Di mana, jamaah haji yang sudah meninggal atau sakit berat   tidak dimungkinkan lagi untuk dibawa ke Arafah untuk melakukan wukuf.

“Jadi segala sesuatunya sudah kita antisipasi dan mudah-mudahan apa yang sudah kita rencanakan para petugas kesehatan ini bisa terlaksana sebaik-baiknya tanpa kendala yang berarti,” kata Lukman.

photo
Sejumlah jamaah haji Indonesia yang sudah selesai menjalani perawatan inap di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah bersiap untuk kembali pulang ke pemondokannya, Sabtu (27/7). Hampir setiap hari, KKHI Makkah memulangkan 15-20 orang jamaah yang sudah selesai dirawat ke pemondokannya. Hingga dua pekan jamaah haji yang masuk ke Makkah, KKHI sudah menerima 400-an lebih jamaah yang menjalani perawatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement