Selasa 13 Aug 2019 06:40 WIB

Jamaah Haji Indonesia Segera Tinggalkan Tenda Mina

Lebih dari 120 ribu jamaah Indonesia melakukan Nafar Awal

Jalanan menuju Jamarat di antara tenda-tenda di Mina tampak dari udara, Senin (12/8).
Foto: Amr Nabil/AP
Jalanan menuju Jamarat di antara tenda-tenda di Mina tampak dari udara, Senin (12/8).

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Lebih dari separuh jamaah haji Indonesia segera meninggalkan tenda-tenda di Mina setelah mereka mabit (bermalam) dan selesai melontar jumrah. Kepala Satuan Tugas Mina Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Akhmad Djauhari di Mina, Senin, mengatakan pada Selasa (13/8) merupakan hari terakhir mereka di Mina bagi jamaah yang melakukan nafar awal.

“Biasanya mereka akan melakukan lontar jumrah dengan keberangkatan mulai jam 12 malam. Yang melakukan Nafar Awal menurut pengajuan ada lebih 120 ribu jamaah, secara persentase 57 persen jamaah mendaftarkan mengambil Nafar Awal. Kemungkinan pada 12 Zulhijah yang masih di Mina sekitar 92 ribu anggota jamaah,” katanya.

Baca Juga

Sedangkan untuk pergerakan ke Makkah bagi jamaah akan menggunakan bus naqobah seperti saat pendorongan dari Makkah ke Arafah dengan jumlah 21 bus tiap maktab. Ia mengimbau jamaah untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap dalam keadaan fit.

“Ketika aktivitas di luar apalagi ruangan terbuka maka sebaiknya bawa bekal air minum. Jika air sudah habis, di sepanjang perjalanan banyak tersedia fasilitas yang memberikan air minum yang secara kesehatan sudah layak konsumsi,” katanya.

Pihaknya selalu mengimbau botol air minum jangan dibuang karena bisa digunakan mengambil air minum di perjalanan. "Gunakan alat pelindung diri termasuk payung, masker, dan kacamata hitam terlebih siang hari karena cukup panas,” katanya.

Pergerakan jamaah Nafar Awal tercatat mulai jam 7 pagi dan mereka akan diangkut mulai pergerakan menuju Mekkah atau hotel dimana mereka menetap. “Biasanya jam 5 sore sudah close karena persyaratan Nafar Awal sebelum terbenam matahari sudah harus meninggalkan Mina. Kalau setelah matahari tenggelam masih di Mina, berarti harus melanjutkan mabit dan mengambil Nafar Tsani,” katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement