Ahad 14 Jul 2019 16:30 WIB

Layanan di Bus Shalawat, Seperti Apa?

pemerintah menyediakan 450 unit bus shalawat yang akan beroperasi selama 24 jam.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Bus Shalawat untuk jamaah haji Indonesia selama di Makkah (Ilustrasi).
Foto: Dok Republika.co.id
Bus Shalawat untuk jamaah haji Indonesia selama di Makkah (Ilustrasi).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Jamaah haji Indonesia dijadwalkan mulai memasuki Kota Makkah hari ini, Ahad (14/7). Jelang kedatangan jemaah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang transportasi melakukan simulasi layanan bus shalawat (shalat lima waktu), di Makkah.

“Kemarin (13/7) kita simulasi angkutan shalawat mulai dari depan Kantor Daerah Kerja Makkah menuju terminal Syeib Amir,” ujar Kabid Transportasi PPIH, Asep Subhana, dalam keterangan yang diterima Republika, Ahad (14/7).

Dalam simulasi tersebut, disiapkan lima unit bus shalawat yang telah terpasang stiker bertuliskan “Indonesia”. Tampak hadir dalam simulasi tersebut Konsul Jenderal RI, Mohamad Hery Saripudin dan Kepala Daerah Kerja Makkah, Subhan Cholid. 

Simulasi ini juga melibatkan seluruh petugas transportasi yang akan melayani jemaah selama berada di kota Makkah. Menurut Asep, pada musim haji 1440H/2019M ini pemerintah menyediakan 450 unit bus shalawat yang akan beroperasi selama 24 jam.

“Akan ada sembilan rute bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam yang akan mengantar jemaah dari pondokan ke masjidil haram, dan sebaliknya,” ujar Asep.

Bus yang berkapasitas sekitar 70 penumpang ini juga dilengkapi air conditioner (AC), tombol darurat pembuka pintu, GPS, serta alat pemecah kaca. Dalam bus ini juga tersedia soket usb di dinding-dinding bus dekat tempat duduk penumpang yang bisa dimanfaatkan jemaah untuk mengisi daya ponsel maupun gadgetnya.

Ia juga menyampaikan, pada tahun ini layanan bus shalawat dapat dinikmati oleh seluruh jemaah haji Indonesia tanpa terkecuali.

“Tahun ini jemaah akan menggunakan bus langsung dari hotel ke terminal di sekitar Masjidil Haram. Bila tahun sebelumnya ada beberapa rute yang mengharuskan jemaah berpindah bus untuk sampai ke masjidil haram, maka tahun ini sudah tidak ada lagi,” lanjutnya.

Layanan transportasi bus shalawat bagi jemaah haji pada tahun ini melibatkan dua operator bus. Pertama, bus  shalawat Saptco  yang akan melayani lima rute, masing-masing dengan nomor stiker bus nomor 4 yang mengakhiri perjalanan di terminal Bab Ali, dan bus bernomor 5, 6, 7, serta 9 yang akan mengakhiri perjalanan di terminal Syib Amir. Bus shalawat ini memiliki ciri  berwana merah.

Kedua, bus shalawat Rawahil yang akan melayani empat rute, masing-masing dengan nomor stiker bus nomor 8 dan 10 yang akan mengakhiri perjalanan di terminal Syib Amir,  serta bus bernomor 11 dan 12 yang akan mengakhiri perjalanan di terminal Jiad. Bus shalawat ini memiliki ciri bercat warna hijau.

Meski jumlah bus shalawat yang disediakan sudah cukup banyak, untuk menghindari penumpukan penumpang, Asep mengimbau jemaah untuk dapat datang lebih dini bila ingin sholat fardhu di Masjidil Haram.

“Pada saat ingin shalat berjemaah di Masjidil Haram, wajib datang lebih dini, jangan mendekati waktu adzan. Sehingga tidak berebut dengan jemaah lain dan nyaman di Masjidil Haram,” ujar Asep.

Hal ini juga bertujuan untuk menghindari terjadinya kemacetan di jalur menuju terminal. Begitu juga ketika ingin kembali ke pemondokan usai shalat fardhu, Asep mengimbau agar jemaah dapat bergiliran meninggalkan Masjidil Haram. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement