Kamis 18 Jul 2019 20:17 WIB

Data Ribuan Jamaah Haji Terpantau dalam Siskohatkes

Sishohatkes membantu merekam riwayat kesehatan jamaah haji.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nashih Nashrullah
Asrama Haji Pondok Gede.Sejumlah calon jamaah haji kloter II dari Banten menunggu jadwal pemeriksaan kesehatan, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad,(7/7).
Foto: Fakhri Hermansyah
Asrama Haji Pondok Gede.Sejumlah calon jamaah haji kloter II dari Banten menunggu jadwal pemeriksaan kesehatan, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad,(7/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pengelolaan data dan informasi status kesehatan seluruh jamaah haji Indonesia membutuhkan sistem informasi yang mumpuni. Oleh karenanya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengembangkan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes) sejak 2010.  

Siskohatkes Daker Madinah,  TB Margono, menjelaskan Siskohatkes dibangun untuk mengelola semua data kesehatan yang berkaitan dengan jemaah haji dan layanan kesehatan yang diberikan. Data status kesehatan jamaah haji sudah diinput sejak proses pemeriksaan kesehatan tahap pertama di Tanah Air untuk penentuan kategori risiko tinggi kesehatan. 

Baca Juga

Dia mengatakan, pendataan jamaah ini juga terus dilakukan selama jemaah melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi bahkan terus dipantau hingga sekembalinya ke Indonesia.

“Fungsinya untuk menampung semua data layanan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di Arab Saudi yang datanya mulai diambil dari waktu di Indonesia hingga nanti pulang ke Indonesia lagi,” ujarnya saat ditemui di KKHI Madinah seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (18/7).

Di samping pendataan, dia melanjutkan, Siskohatkes juga digunakan untuk memantau riwayat kesehatan jemaah haji. Data-data yang sudah dimasukkan dari Tanah Air dapat dimanfaatkan oleh siapapun khususnya tenaga kesehatan yang berkepentingan. 

Selama di Arab Saudi, kata dia, data status kesehatan dimanfaatkan petugas kesehatan terutama ketika ingin memberikan layanan kepada jemaah, baik itu di kloter maupun di fasilitas kesehatan seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). 

Dengan mengetahui riwayat penyakit pasien, ujar dia, tenaga kesehatan dapat mendiagnosis penyakit dengan tepat dan memberikan layanan sesuai kebutuhan. 

Dia menjelaskan, informasi yang tersedia dalam Siskohatkes tidak hanya tentang jemaah haji, tapi tersedia pula informasi mengenai layanan kesehatan yang diberikan. 

"Ada data-data jumlah jamaah haji yang tengah dilayani di fasilitas kesehatan, baik itu rawat jalan, rawat inap, yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lain dan data jumlah kematian," katanya 

Data ini diperoleh dari layanan pada KKHI Madinah dan Makkah, Rumah Sakit  Arab Saudi, tim kesehatan bergerak di bandara dan Tim Gerak Cepat yang memberikan layanan emergensi di lapangan. Data lain yang diinput dan dilaporkan ialah kunjungan/visitasi yang dilakukan TKHI di kloter atau di KKHI. 

Dia menyebutkan, sejak 2018, Siskohatkes terhubung dengan kartu kesehatan jamaah haji (KKJH). Pada KKJH terdapat akses data dan informasi melalui pemindaian barcode (kode batang) dan QR code. Dengan aplikasi Siskohatkes yang terpasang di perangkat telepon seluler, tenaga kesehatan dapat mengakses data-data kesehatan yang terintegrasi dengan Siskohat milik Kemenag. “Sebuah inovasi yang sangat membantu para penggunanya untuk memonitor seluruh jamaah haji,” tutur dia.

Data terbaru yang dihimpun dari Siskohatkes per 17 Juli 2019 pukul 16.00 waktu setempat, jumlah jamaah sakit sebanyak 263 orang. Sebanyak 211 jamaah di antaranya dirawat inap di KKHI Madinah dan 52 di RS Arab Saudi. 

Saat ini yang masih dalam perawatan KKHI Madinah sebanyak 21 orang, sedangkan di RS Arab Saudi sebanyak 35 orang. Sementara jamaah yang wafat berjumlah  tujuh orang. Lima di antaranya wafat di RS Arab Saudi, dua lagi dalam perjalanan. Angka ini masih di bawah angka tahun sebelumnya. Pada 2018, jemaah wafat pada hari ke-11 operasional haji sebanyak 13 orang. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement