Ahad 14 Jul 2019 17:39 WIB

Jika tak Kuat, Jamaah Diimbau tak Paksakan Lempar Jumrah

Pesan ini ditujukan bagi jamaah yang tidak memiliki kesehatan fisik yang cukup.

Suasana di kawasan jamarat, tempat jamaah haji melontar jumrah di Mina, Rabu (22/4).
Foto: AP/Dar Yasin
Suasana di kawasan jamarat, tempat jamaah haji melontar jumrah di Mina, Rabu (22/4).

IHRAM.CO.ID, Oleh: Muhammad Hafil dari Makkah, Arab Saudi

MAKKAH – Kabid Perlindungan Jamaah PPIH Arab Saudi sekaligus Kepala Satops Armuzna, Kolonel TNI Jaetul Muchlis mengimbau agar jamaah haji tak usah memaksakan untuk melempar jumrah saat hari tasyrik pada 10-13 Dzulhijah mendatang. Pesan ini ditujukan bagi jamaah yang tidak memiliki kekuatan dan kesehatan fisik yang cukup.

“Solusinya, diwakilkan saja melempar jumrahnya oleh rekan satu timnya. Sehingga, kita bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang berpotensi terjadi di Jamarat,” kata Jaetul di sela simulasi gelada posko operasi Armuzna di Mina, Ahad (14/7).

Menurut Jaetul, jika jamaah haji dengan keterbatasan kesehatan dan fisik tersebut tetap ingin melempar jumrah, maka diarahkan agar melakukannya di tanggal 12-13 Dzulhijah. Karena, jika dilakukan di tanggal 10 atau awal-awal hari tasyrik, menjadi puncak kepadatan dan kelelahan jamaah.

“Ini karena jamaah sudah banyak melakukan pergerakan fisik. Dari Arafah, ke Muzdalifah, lalu ke Mina,” kata Jaetul.

 Untuk memberi kesadaran kepada jamaah tentang hal itu, maka Jaetul meminta adanya komunikasi yang baik antara pembimbing ibadah, petugas, serta jamaah itu sendiri.  Dan, disampaikan pesan kepada jamaah upaya itu dilakukan untuk kesehatan dan keselamatan jamaah itu sendiri.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement