Rabu 24 Jul 2019 14:39 WIB

Panduan Bagi Jamaah Haji yang Ingin Menyeberang Jalan

Jamaah haji asal Indonesia diminta berhati-hati dalam berlalu lintas di Tanah Suci.

Lalu lintas di Tanah Suci (Ilustrasi)
Foto: Republika/Zaky Alhamzah
Lalu lintas di Tanah Suci (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,  Oleh: Muhammad Hafil, dari Makkah, Arab Saudi

MAKKAH -- Jamaah haji asal Indonesia diminta berhati-hati dalam berlalu lintas selama berada di Arab Saudi. Ini terkait adanya perbedaan budaya lalu lintas antara Indonesia dan Arab Saudi.

Menurut Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Asep Subhana, di Arab Saud setir pengguna kendaraan roda empat atau lebih ada di sebelah kiri. Sementara, di Indonesia ada di sebelah kanan.

"Jadi kalau mau menyeberang menengoknya kebalikannya dari budaya kita di Indonesia," kata Asep, Rabu (24/7).

Menurut Subhan, untuk melihat arus kendaraan, harus menengoknya ke sebelah kanan sebelum menyebrang jalan. Karena, arah kendaraan di sini dari kanan semua.

Untuk lebih amannya, Asep mengimbau agar jamaah jika ingin menyebrang jalan menggunakan terowongan bawah tanah atau jembatan penyebrangan. Fasilitas itu ada di beberapa titik.

"Di Aziziah banyak, di Syisah," kata Asep.

Selain itu, Asep mengimbau agar petugas di halte-halte, memandu jamaah jika ingin menyeberang. Karena, di beberapa tempat, arus kendaraan juga kendang.

"Saya imbau kepada petugas agar jangan membiarkan jamaah menyebrang sendiri. Harus dipandu oleh petugas. Kita sudah buat panduan keselamatan berkendara dan berlalu lintas di hotel-hotel," kata Asep.

Selain itu, Asep mengingatkan soal jamaah yang naik bus Shalawat. Terutama saat turun dari bus Shalawat. "Kita kan di Tanah Air kalau turun pakai kaki kiri. Kalau di sini kaki kanan turunnya," kata Asep.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement