Senin 05 Aug 2019 18:18 WIB

KBIH Diminta Aktif Promosikan Kesehatan Haji

Promosi kesehatan haji dinilai perlu dilakukan secara masif.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Agung Sasongko
Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka meninjau jamah yang dirawat jalan di Poliklinik Embarkasi Bekas. Jumat (2/8).
Foto: Dok Puskes Haji
Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka meninjau jamah yang dirawat jalan di Poliklinik Embarkasi Bekas. Jumat (2/8).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total jamaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji (KKHI) Makkah saat ini sebanyak 647 orang. Sebanyak 403 jamaah berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

"Jadi sebanyak 73 persen jamaah haji yang dirawat di KKHI Mekkah adalah Jamaah Haji KBIH," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka, kepada Republika, Senin (5/8).

Jumlah tersebut kata Eka, menandakan tingginya angka kesakitan dan rawat inap jamaah dari KBIH. Untuk itu perlu ada promisi kesehatan secara masif dilakukan KBIH kepada para jamaah hajinya.

"Seandainya KBIH mau lebih serius lagi membantu program kesehatan yang ujungnya untuk keselamatan jamaah itu sendiri," katanya.

Eka memastikan, jika KBHI intens melakukan promosi kesehatan kepada masing-masing jamaah, maka angka kesakitan dan kematian di Tanah Suci dipastikan akan menurun.

"Saya yakin angka kesakitan dan kematian jamaah menurun secara signifikan," katanya.

Menurut Eka, selain angka kesakitan rawat inap di KKHI. Angka kematian juga didominasi oleh jamaah haji KBIH. Dari 65 jamaah haji yang wafat, 47 berasal dari KBIH.

Menurut Eka, penyebab jamaah KBIH sakit itu dimungkinkan, karena kurangnya pembinaan atau penyampaian informasi terhadap jamaah haji tentang pentingnya kesehatan dalam melakukan ibadah.

"Dan kemungkinan lainnya adalah banyak jamaah haji KBIH yang mengalami kelelahan fisik akibat aktivitas ibadah sunnah yang diforsir, tanpa mempedulikan kondisi fisik jamaahnya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement