Selasa 13 Aug 2019 17:35 WIB

Jamaah Haji tidak Mengeluh, Meski Mati Listrik

Kawasan Mina tempat jamaah haji singgah di tenda-tenda sempat mati listrik

Rep: Muhammad Hafil/ Red: Hasanul Rizqa
Suasana kota tenda Mina tempat jamaah haji melaksanakan ibadah Tarwiyah sebelum menuju Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara akan memulai berwukuf di tempat ini sebagai syarat sah berhaji.
Foto: Amr Nabil/AP
Suasana kota tenda Mina tempat jamaah haji melaksanakan ibadah Tarwiyah sebelum menuju Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara akan memulai berwukuf di tempat ini sebagai syarat sah berhaji.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Hujan deras yang mengguyur kawasan Mina pada Senin (12/8) sore mengharuskan pihak berwenang di Arab Saudi memadamkan arus listrik. Sebagian tenda-tenda yang ditempati jamaah haji Indonesia pun gelap gulita.

Namun, dampak dari pemadaman tersebut tak begitu dirasakan sebagian jamaah.  Suhu udara di dalam tenda pun tak menjadi topik keluhan.

Baca Juga

Rosyid (75 tahun), seorang jamaah asal Kloter 23 JKS yang tinggal di tenda Maktab 51 mengatakan, pemadaman listrik di tenda dilakukan pada Senin (12/8) pukul 18.00 waktu Arab Saudi (WAS). Pemadaman terjadi setelah hujan deras pada sore harinya.

"Tidak gerah meskipun AC mati,” kata Rosyid kepada Ihram.co.id, Selasa (13/8).

Selain itu, Rosyid menuturkan, suasana di dalam tenda tidak begitu gelap. Sebab, lampu penerangan jalan di luar tenda masih bisa menerangi sedikit ruangan di dalam tenda.

Sementara, M Kholid Fauzi (42), jamaah asal Kloter 11 JKS yang juga tinggal di Maktab 51 mengungkapkan, saat hujan deras terjadi, sebagian air hujan masuk ke dalam tenda. Air masuk dari celah-celah pintu depan tenda yang terbuat dari kain.

Setelah itu, listrik dipadamkan. Namun, dirinya mengaku biasa saja. “Enggak apa-apa, buktinya banyak yang tidur nyenyak,” kata Kholid.

Berdasarkan pantauan Ihram.co.id, Senin (23/8) malam menjelang pergantian hari, beberapa tenda terlihat dimatikan lampunya. Di dalamnya, banyak jamaah haji yang sudah tertidur.

Sementara, di luar tenda lampu penerangan jalan masih menyala. Selain itu, beberapa tenda lainnya juga tak dipadamkan lampunya.

Saat ditemui, Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj 2019 Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, hujan di Mina merupakan sesuatu yang tidak bisa diduga sebelumnya. Tidak hanya di Mina,  tapi juga di hampir seluruh wilayah di Makkah terjadi hujan deras.

"Tentu ini sesuatu yang jarang sekali terjadi sejak beberapa tahun terakhir setidaknya sejak saya menjadi Amirul Hajj tahun 2014 tidak pernah Mina terjadi hujan deras seperti tadi itu,” kata Lukman.

Menurut Lukman, hujan deras itu mengakibatkan aliran listrik itu terpaksa harus dimatikan. Contohnya yang terjadi saat hujan di Arafah.

Di mana, instalasi listrik dibuat di bawah tenda-tenda jamaah sehingga kalau air tergenang karena hujan yang cukup deras itu akan sangat membahayakan keselamatan jamaah sehingga kemudian otoritas saudi meminta untuk seluruh pasokan listrik di Arafah kemarin itu dimatikan.

"Nah, di Mina juga kejadiannya seperti itu pihak berwenang  Saudi meminta agar sementara waktu tenda-tenda di sejumlah maktab dimatikan,” kata Lukman.

Selain itu, Menag mengatakan, saat pemadaman terjadi, pihaknya mengecek ke Pos Kesehatan. Dan, pemadaman listrik tidak menyebabkan kondisi jamaah terganggu.

"Karena semata-mata penerangan saja jadi tidak ada jamaah yang karena listriknya mati lalu kemudian kesehatannya terganggu karena tidak ada alat-alat yang menggunakan aliran listrik itu jadi ya alhamdulillah saya juga sangat bersyukur, “ ujar Lukman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement