Rabu 14 Aug 2019 15:05 WIB

Jamaah Dilarang Bawa Air Zamzam di dalam Koper

Setiap jamaah haji akan mendapat jatah air zamzam sebanyak lima liter.

Rep: Muhammah Hafil/ Red: Friska Yolanda
Sejumlah jamaah haji meminum air zamzam di Masjid Nabawi, Madinah, Sabtu (27/7). Sebagian jamaah membawa air zamzam ke pemondokannya untuk diminum di kamar.
Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Sejumlah jamaah haji meminum air zamzam di Masjid Nabawi, Madinah, Sabtu (27/7). Sebagian jamaah membawa air zamzam ke pemondokannya untuk diminum di kamar.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Pemulangan jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 17 Agustus 2019 mendatang. Pada Kamis (15/08) esok, rencananya  jamaah haji mulai melakukan penimbangan bagasi.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melarang jamaah untuk membawa air zam-zam ke dalam koper yang akan dibawa pulang ke tanah air. Kepala PPIH Daker Makkah Subhan Cholid, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat penimbangan bagasi, jamaah haji Indonesia banyak kedapatan membawa air zam-zam dalam koper.

“Padahal percuma saja memasukkan air zam zam dalam koper, karena pada saat penimbangan, itu akan dikeluarkan juga dan tidak akan diangkut,” kata Subhan, Rabu (14/8).

Subhan menyampaikan, hari pertama penimbangan bagasi jamaah akan dilakukan kepada 15 kelompok terbang. Kelompok terbang itu di antaranya JKS 1-4; SUB 1-3; PLM 1; LOP 1; PDG 1; SOC 1-3; BTH 1; serta UPG 1.

“Penimbangan bagasi akan dilaksanakan di pemondokan masing-masing. Untuk itu masing-masing jamaah diharapkan sudah mempersiapkan kopernya,” jelas Subhan.

Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak menggunakan pelindung koper berbentuk jaring-jaring. Jamaah juga diimbaubtidak membawa barang lain yang dilarang seperti gas, magnet, senjata tajam dan mainan yang menggunakan baterai.

"Jamaah juga diimbau tidak membawa uang tunai lebih dari 200 juta rupiah atau 60 ribu riyal,” kata Subhan.

Sementara, Kepala PPIH Arab Saudi Endang Jumali mengatakan, jamaah haji Indonesia tidak perlu khawatir soal air zamzam. Karena, mereka akan mendapatkannya ketika sudah sampai di Tanah Air.

"Masing-masing jamaah akan mendapatkan lima liter begitu tiba di embarkasi," kata Endang.

Endang mengatakan, yang memberikan air adalah pihak maskapai penerbangan pengangkut jamaah haji. Yaitu, Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

"Saya sudah tanda tangan kontrak penyediaan air zamzam untuk jamaah," kata Endang.

Untuk diketahui, rencana pemulangan jamaah haji Indonesia dimulai pada 17 Agustus. Kloter pertama yang pulang ini termasuk dalam gelombang 1. Kloter ini akan pulang melalui bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Kemudian, pada  30 Agustus, awal jamaah haji gelombang II pulang ke Indonesia melalui Bandara Prince Muhammad, Madinah. Setelah itu, pada 15 September, akhir jamaah haji gelombang II pulang ke Indonesia. Kemudian, pada 6 September, akhir kedatangan jamaah haji gelombang 2 di Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement