Senin 04 Nov 2019 07:56 WIB

Jamaah Haji Bertambah, dari Benua Asal Mana Paling Banyak?

Jumlah jamaah haji tahun ini bertambah dibandingkan tahun lalu.

Rep: Febryan A/ Red: Nashih Nashrullah
Seorang jamaah haji sedang melakukan selfie atau swafoto dari lantai 2 Masjid Al Haram, Makkah, Kamis (25/7). Sementara di lantai bawah, terlihat jamaah haji sudah memadati pelataran Masjid Al Haram untuk thawaf.
Foto: Republika/Muhammad Hafil
Seorang jamaah haji sedang melakukan selfie atau swafoto dari lantai 2 Masjid Al Haram, Makkah, Kamis (25/7). Sementara di lantai bawah, terlihat jamaah haji sudah memadati pelataran Masjid Al Haram untuk thawaf.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Jumlah jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia tahun ini ke Makkah, Arab Saudi, mencapai 2,48 juta orang. Meningkat 4,6 persen dibandingkan  2018 dengan total jamaah haji 2,37 juta orang.  

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut lewat akun Twitter resminya, jumlah jamaah haji tahun ini 2.489.406 orang. Seperti tahun sebelumnya, jumlah jamaah laki-laki lebih banyak dari pada perempuan. Yakni, 1.385.234 berbanding 1.104.172 orang. 

Baca Juga

Adapun jumlah jamaah haji dari luar negara Arab mencapai 1.855.027. Meningkat 5,48 persen. Kementerian Media Arab Saudi mengatakan, sebagaimana dikutip dari laman salaamgateway.com, Senin (4/11), jamaah haji terbanyak datang dari wilayah Asia non-Arab, salah satunya Indonesia. Jumlahnya mencapai 1.157.919 orang. 

Lalu diikuti oleh jamaah haji dari negara-negara Timur Tengah di luar enam negara teluk, yakni 475.831 jamaah. Adapun dari wilayah Afrika berjumlah 190.764 jamaah. 

Lalu diikuti Eropa sebanyak 67.932 jamaah. Negara-negara teluk mengirimkan jamaah sebanyak 33.705 orang. Terakhir, 27.690 jamaah dari Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia.

Sebelumnya, secara terpisah Kementerian Haji dan Umrah Saudi, mengumumkan bahwa pihaknya menargetkan 10 juta jamaah umrah akan segera tercapai pada 2019. "Hingga saat ini 10 juta visa telah diproses dan selesai dicetak," ujar dia.

Dia menekankan bahwa visa elektronik akan dikeluarkan untuk jamaah umrah, sehingga mereka tidak perlu memproses prosedur ini melalui kedutaan dan konsulat. 

Dia mengatakan Kementerian berkeinginan menarik 30 juta jamaah haji pada 2030. Menurut dia Arab Saudi memiliki kapasitas untuk menampung sejumlah besar jamaah umrah tersebut.

Kementerian sedang berupaya membuat aplikasi untuk melakukan umrah selancar mungkin. Ia menambahkan bahwa mereka menawarkan calon jamaah haji berbagai paket sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement