Selasa 07 Jan 2020 05:13 WIB

Malaysia Imbau Ubah Persepsi Soal Tujuan Ibadah Haji

Persepsi ibadah haji bisa menyembuhkan penyakit harus dikoreksi.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Indira Rezkisari
Jamaah haji
Foto: Mosa'ab Elshamy/AP
Jamaah haji

IHRAM.CO.ID, MELAKA -- Wakil Kepala Delegasi Haji Malaysia Mohammad Faid Abd Rashid menyampaikan persepsi publik bahwa ibadah haji dapat dilakukan dengan maksud untuk menyembuhkan penyakit atau agar peziarah dapat meninggal di Tanah Suci perlu dikoreksi. Dia menjelaskan, haji sebagai rukun Islam kelima adalah wajib bagi semua Muslim yang mampu dan sehat.

Faid mengatakan, kesehatan yang baik atau istitha'ah adalah syarat untuk melaksanakannya. Karena itu, dia melanjutkan, mereka yang tidak memiliki kesehatan yang baik tidak wajib melakukan ibadah haji.

Baca Juga

"Ibadah haji tidak sama dengan ibadah lain seperti shalat, yakni yang tidak dapat melakukannya dengan benar dapat melakukannya dengan duduk. Tetapi untuk ibadah haji, Anda harus mampu secara fisik," ujar pria yang juga menjabat wakil direktur kesehatan masyarakat Negri Sembilan ini.

Tujuan melakukan haji, papar Faid, adalah untuk mencapai haji mabrur, bukan untuk menyembuhkan penyakit atau mati di sana. "Kami (tim medis) akan membantu para peziarah menikmati kesehatan yang baik dan mencapai haji mabrur," katanya dilansir Malay Mail, Senin (6/1).

Faktor yang paling penting dalam menentukan apakah seseorang memenuhi syarat secara kesehatan, adalah pemeriksaan medis yang dilakukan di negara asalnya sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dia meminta calon jamaah haji untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih awal. Sehingga mereka dapat mendeteksi penyakit lebih awal dan mendapatkan perawatan.

"Mereka harus menstabilkan kondisi medis, dan jika perlu, mencari dokter spesialis yang dapat memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan. Jika tidak, mereka dianggap tidak mampu melaksanakan ibadah haji dan itu tidak wajib bagi mereka," kata Faid.

Dia menambahkan, penyakit mental dan masalah ginjal adalah beberapa masalah medis di mana pasien dibebaskan dari ibadah haji. Kesalahpahaman lain adalah terkait anggapan bahwa jamaah haji yang punya penyakit tidak akan bermasalah pada kesehatannya saat menunaikan haji karena akan mendapat fasilitas medis yang disediakan di Tanah Suci.

"Fasilitas yang disediakan oleh Departemen Kesehatan dan Tabung Haji difokuskan untuk mengobati penyakit yang diderita para jamaah haji saat berada di Tanah Suci, daripada mengobati penyakit yang dibawa dari Malaysia," ujar dia.

Faid juga mengakui, banyak yang berpikir bahwa hanya karena memiliki spesialis medis dan fasilitas medis yang baik, mereka yang sakit dapat pergi. Dia mengatakan bahwa ini tidak benar. "Karena ada penyakit yang berada di luar kendali kita," tuturnya.

"Meskipun fasilitas kesehatan dan medis kami sangat baik, kami tidak dapat merawat setiap pasien. Kami khawatir kondisi jamaah dengan masalah kesehatan akan memburuk dan mereka mati di Tanah Suci," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement