Sabtu 06 Jun 2020 19:01 WIB

3 Tahun Putus dengan Qatar, UEA: Teluk Telah Berubah

Tiga tahun lalu, Arab Saudi, UEA, Mesir, dan Bahrain memutus hubungan dengan Qatar

Rep: Alarabiya/ Red: Elba Damhuri
Bendera Qatar. Ilustrasi
Foto: Wikipedia
Bendera Qatar. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Negara-negata Teluk telah berubah dan tidak dapat kembali ke keadaan sebelum krisis Qatar. Hal ini disampaikan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash.

"Teluk tidak dapat kembali ke keadaan sebelum krisis Qatar," kata Anwar Gargash pada ulang tahun ketiga pemutusan hubungan sejumlah negara Arab dengan Qatar.

Ia menekankan krisis dengan Qatar itu "tidak layak dikomentari". “Saya tidak berpikir bahwa krisis Qatar, pada ulang tahun ketiganya, patut dikomentari. Jalan telah menyimpang dan Teluk telah berubah dan tidak bisa kembali," kata Gargash dalam tweet, Jumat.

Ia menambahkan penyebab krisis dan solusinya sudah diketahui dan semuanya akan datang tepat waktu. Gargash menyatakan yang terbaik adalah mengabaikan dan bergerak melampaui eskalasi dan bertindak untuk masa depan.

Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memutuskan semua hubungan dengan Qatar. Pemutusan hubungan ini termasuk larangan bepergian dan memutus hubungan politik dan perdagangan. Keempat negara Arab ini menuduh Doha mendukung terorisme dan semakin dekat dengan Iran. Qatar membantah semua tuduhan itu.

Baru-baru ini, rekaman audio yang bocor antara kepemimpinan Qatar dan mantan Presiden Libya Muammar Gaddafi telah meningkatkan kontroversi kebijakan luar negeri Doha.

Satu rekaman dilaporkan menangkap mantan sheikh Qatar, Sheikh Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, mengatakan kepada Gaddafi bahwa Al Jazeera yang dimiliki Doha tidak akan menghentikan liputan negatif terhadap Arab Saudi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement