Jumat 03 Jul 2020 09:52 WIB

Terapkan AKB, Puskesmas dan Nakes Karawang Tetap Siaga

Masyarakat diminta tetap tingkatkan kesadaran dan kewaspadaan pascaselesainya PSBB.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andi Nur Aminah
Seorang tenaga kesehatan melepaskan sarung tangan medis usai mengambil sampel untuk tes usap (swab) Covid-19  (ilustrasi)
Foto: Antara/FB Anggoro
Seorang tenaga kesehatan melepaskan sarung tangan medis usai mengambil sampel untuk tes usap (swab) Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Kabupaten Karawang menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal di tengah Pandemi Covid-19. Masyarakat diminta tetap meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan pasca selesainya masa PSBB di Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Acep Jamhuri mengatakan PSBB memang sudah selesai. Namun masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona tersebut.

Baca Juga

Berakhirnya PSBB, kata Sekda, membuat kehidupan warga secara bertahap akan kembali seperti semula. Warga pun akan mulai berkegiatan di luar rumah dengan interaksi sosiaI di masyarakat yang dapat membawa risiko penularan virus corona. Maka menurutnya, Puskesmas dan tenaga kesehatan seyogyanya tetap dalam keadaan siaga.

“Puskesmas diharapkan berfungsi optimal untuk mengantisipasi jika ada potensi lonjakan kasus dalam beberapa waktu ke depan," kata Sekda saat berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Karawang, Kamis (2/7).

Ia mengatakan Pandemi Covid-19 belum berakhir. Sosialisasi terhadap new normal juta masih terus dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat.

Oleh karenanya, kata dia, pemerintah juga masih tetap waspada dan siaga menyikapi perkembangan Covid-19 ini. Layanan kesehatan pun tetap harus dioptimalkan mengantisipasinya. "Puskesmas adalah ujung tombak dan pertahanan terdepan dalam kesehatan,” ujarnya.

Masyarakat diimbau tetap menjaga perilaku sosial dan hidup bersih dalam keseharian. Jaga jarak, penggunaan masker hingga rajin cuci tangan dianjurkan untuk terus dipatuhi.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement