Selasa 22 Jun 2021 16:26 WIB

Dinkes Solo Targetkan Vaksinasi Covid-19 Selesai Oktober

Pemerintah pusat menargetkan herd immunity tercapai pada akhir Februari 2022.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Petugas medis menyuntikkan Vaksin Sinovac kepada penerima vaksin COVID-19 lansia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/4/2021). Guna pencegahan penyebaran virus COVID-19, pemerintah tetap melaksanakan vaksinasi selama bulan Ramadhan dengan berpedoman fatwa MUI Nomor 13/2021 tentang hukum vaksinasi COVID-19 pada saat berpuasa dan tetap memperhatikan kondisi penerima vaksin.
Foto: ANTARA/Maulana Surya
Petugas medis menyuntikkan Vaksin Sinovac kepada penerima vaksin COVID-19 lansia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/4/2021). Guna pencegahan penyebaran virus COVID-19, pemerintah tetap melaksanakan vaksinasi selama bulan Ramadhan dengan berpedoman fatwa MUI Nomor 13/2021 tentang hukum vaksinasi COVID-19 pada saat berpuasa dan tetap memperhatikan kondisi penerima vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menargetkan capaian vaksinasi untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity) sebesar 70 persen dari populasi bisa tercapai pada Oktober mendatang. Sementara pemerintah pusat menargetkan herd immunity tercapai pada akhir Februari 2022.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, herd immunity dapat tercapai dengan vaksinasi Covid-19 minimal 70 persen dari jumlah penduduk berusia 18 tahun ke atas. Dia menyebut, penduduk Solo yang berusia 18 tahun ke atas sekitar 400 ribu jiwa. Namun, dia menilai, jika jumlah yang tervaksin lebih besar maka lebih baik bagi pembentukan kekebalan komunitas.

Baca Juga

"Kalau pemerintah pusat kan sampai akhir Februari 2022, kalau kami ya nanti kami percepat dulu, mudah-mudahan Oktober selesai," kata Siti kepada wartawan, Selasa (22/6).

DKK Solo berupaya mempercepat vaksinasi Covid-19 dengan berbagai upaya. Sasaran vaksinasi tahap kedua telah diperluas, kini menyasar pralansia berusia 50-59 tahun, pedagang kaki lima, bahkan sudah menyentuh masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas.

Selain itu, layanan vaksinasi juga diperluas. Tidak hanya fasilitas kesehatan (faskes) berupa puskesmas dan rumah sakit yang melayani vaksinasi. Melainkan, Pemkot mengoperasionalkan mobil vaksinasi keliling. Pemkot juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mempercepat vaksinasi. Salah satunya dengan Indosat Oreedoo mengoperasionalkan mobil klinik untuk vaksinasi Covid-19.

"Ini memang untuk meningkatkan cakupan lansia dan pralansia. Lansia dan pralansia itu kan bermasalah di tansportasi, ini kami yang mendekat. Pemkot kan sudah punya bus vaksin, tapi kan mobilnya gede, lha ini nanti kami tambahi mobil klinik yang bisa menjangkau sampai ke dalam kampung," papar Siti.

Rencananya, mobil klinik tersebut mulai dioperasionalkan pada Rabu (23/6) di wilayah Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Mobil tersebut menyasar lansia dan pralansia.

Di samping itu, Pemkot juga bekerja sama dengan Halodoc menggelar vaksinasi Covid-19 pada 5-10 Juli mendatang di Balai Kota Solo. Teknis pendaftaran melalui aplikasi Halodoc. Target vaksinasi Pemkot dengan Halodoc sebanyak 10 ribu sasaran selama 10 hari.

"Ini intinya akselerasi, data dari kelurahan akan saya garap ke faskes. Jadi nanti silakan masyarakat ada yang daftar lewat kelurahan, ada yang lewat Halodoc, ada yg lewat sistem lain lagi. Terus lansia dan pralansia yang terkendala di transportasi nanti bisa di mobil klinik atau mobil keliling Pemkot. Kemudian, puskesmas dan rumah sakit tetap melayani vaksinasi," terangnya.

Dia menyarankan agar masyarakat mendaftar lewat tautan dari kelurahan setempat maupun aplikasi yang resmi seperti Halodoc. Dia meminta agar masyarakat tidak berbondong-bondong ke Balai Kota tanpa mendaftar terlebih dahulu, supaya menghindari kerumunan.

Terkait ketersediaan vaksin, Siti mengklaim aman dan diatribusinya lancar. "Distribusinya lancar selama ini. Kalau bilang prioritas atau enggak yang jawab bukan saya. Tapi kalau saya jawabnya distribusi lancar," ungkapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement