Selasa 17 Aug 2021 14:47 WIB

Pos Indonesia Optimis Gapai Target Penyaluran Bansos Beras

Hingga saat ini, progres penyaluran bantuan beras sudah mencapai 50 persen.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Siti Choiriana, menjelaskan, pihaknya mendapat mandat untuk menyalurkan beras ke 4,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Foto: Istimewa
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Siti Choiriana, menjelaskan, pihaknya mendapat mandat untuk menyalurkan beras ke 4,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyaluran bantuan sosial beras PPKM tahap 2, ditargetkan bisa selesai pada 20 Agustus 2021 nanti. PT Pos Indonesia (Persero) yang mendapatkan mandat untuk menyalurkan beras optimistis bisa memenuhi target tersebut.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Siti Choiriana, menjelaskan, pihaknya mendapat mandat untuk menyalurkan beras ke 4,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hingga saat ini, progres penyaluran bantuan beras sudah mencapai 50 persen.

"Sudah terselesaikan hingga 50 persen. Kurang lebih sisanya bisa diselesaikan dalam lima hari ke depan," ujar Ana, sapaannya, ketika ditemui di kantor pusat Pos Indonesia, Jakarta, Senin, (16/8/2021).

Dalam melaksanakan tugasnya, Pos Indonesia menjalin kerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Perum Bulog ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyedia bantuan beras 10 kilogram per KPM.

Secara teknis, Petugas Pos mengambil beras ke gudang Bulog yang tersebar di berbagai daerah. Setelah itu, petugas Pos langsung menuju ke titik bagi untuk disalurkan ke KPM.

"Titik baginya merupakan tempat (rumah) RT, RW, kelurahan, dan sebagainya. Dari situ petugas Pos akan mengirimkan langsung kepada KPM," ujar Ana.

Pos Indonesia selalu memastikan semua beras dikirim kepada orang yang tepat. Makanya, setiap petugas Pos selalu menyertakan bukti foto KPM disertai KTP, KK asli, dan beras yang sudah diterima.

Untuk menjamin hal itu, Pos Indonesia telah menyiapkan sebuah sistem. Dalam sistem tersebut, data dari petugas lapangan akan diunggah dan secara realtime akan tersaji di dashboard yang berisi data KPM penerima bantuan beserta lengkap dengan identitasnya. Para pemangku kepentingan bisa melihat ke sistem tersebut untuk memastikan keakuratan penyaluran.

Di samping itu, Ana juga bercerita mengenai tantangan yang dihadapi dalam melakukan penyaluran beras. Terutama di daerah kepulauan yang akrab dengan perubahan cuaca yang mendadak dan cenderung ekstrem.

Dalam menyalurkan bantuan di daerah kepulauan, Ana mengaku, harus melakukan strategi khusus. Misalnya Kepulauan Seribu. Pasalnya, tiap pulau mempunyai karakter masing-masing, sehingga diperlukan orang khusus beserta tim spesial untuk dikirimkan ke sana.

"Ada yang butuh sumber daya kecil. Ada juga yang butuh sumber daya besar. Ada yang hanya cukup lima orang saja," ujarnya.

Pengiriman Obat Gratis

Dalam rangka menyambut HUT RI ke-76 tahun, Pos Indonesia menyediakan layanan pengiriman obat gratis. Layanan ini bisa didapatkan dengan menggunakan aplikasi Pos Aja yang bisa diunduh gratis di Appstore.

Ana menjelaskan, Pos Aja merupakan platform untuk kurir Pos Indonesia. Namun demikian, aplikasi ini tidak hanya ditujukan untuk kurir saja, bisa juga digunakan dan dimanfaatkan oleh setiap orang.

"Pos Aja memiliki fasilitas yang lengkap, digital service, bisa untuk pick up, dan payment service. Kalau mereka mau kirim dari jauh ke manapun bisa juga," kata Ana.

Dalam rangka menyambut edisi perdana sekaligus dalam memeriahkan 17 Agustus, Pos Indonesia ingin memberikan kado bagi Indonesia dengan memberikan promo menarik. "Silakan, yang mau beli obat kami gratiskan biaya kirimnya pada 17 Agustus," kata Ana.

Selain itu, untuk pengiriman barang jarak jauh, pengguna akan mendapatkan diskon 17 persen. Pos Aja bisa mengirimkan berbagai macam jenis barang. Dari ukuran kecil hingga besar.

"Layanan Pos Aja bisa digunakan untuk mengirim ke seluruh pelosok Indonesia, di mana platform lain belum tentus bisa menjangkau," katanya.

Hadirnya Pos Indonesia di seluruh pelosok negeri, dan puluhan ribu awak Pos, Ana percaya, diri melihat hal ini sebagai pembeda.  Mengamati agresifitas dan sayap ekspansi Pos Indonesia yang makin mengepak, jadi indikasi perusahaan BUMN yang kental dengan jasa kurir dan logistik ini menginjak gas untuk menjadi pemain kunci di bisnis kurir dan logistik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement