Senin 20 Sep 2021 21:00 WIB

SR015 Cetak Rekor Hasil Penjualan Terbesar

Volume pemesanan pembelian SR015 ditetapkan sebesar Rp 27 triliun.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman. Sukuk Ritel SR015 sukses mencatat rekor hasil penjualan terbesar sepanjang sejarah penerbitan Sukuk Berharga Negara (SBN).
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman. Sukuk Ritel SR015 sukses mencatat rekor hasil penjualan terbesar sepanjang sejarah penerbitan Sukuk Berharga Negara (SBN).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Sukuk Ritel SR015 sukses mencatat rekor hasil penjualan terbesar sepanjang sejarah penerbitan Sukuk Berharga Negara (SBN). Setelah berakhirnya masa penawaran dari tanggal 20 Agustus sampai 15 September 2021, pada hari ini (Senin, 20/9/2021), Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman atas nama Menteri Keuangan menetapkan hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR015.

"Total volume pemesanan pembelian SR015 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp 27 triliun, ini terbesar sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel melalui platform e-SBN, di tengah kondisi pasar keuangan yang relatif masih belum stabil." kata Luky.

Baca Juga

Sukuk Negara Ritel seri SR015 ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, dengan menggunakan Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2021 sebagai underlying assets. SR015 menarik sebanyak 49.027 investor dari seluruh provinsi di Indonesia.

Imbal hasil SR015 sebesar 5,10 persen merupakan yang terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel yang tradable, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan yield dan menekan biaya penerbitan SBN. Jumlah investor SR015 sebanyak 49.027 investor merupakan yang terbanyak sepanjang penerbitan SBN Ritel Online.

Setelmen Sukuk Negara Ritel seri SR015 akan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2021 dan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 September 2021. Namun demikian, perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan pada tanggal 11 Desember 2021 karena SR015 memiliki minimum holding period sampai dengan tiga periode imbalan.

Di tahun 2021 ini, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak empat Instrumen SBN Ritel Online (ORI019, SR014, SBR010 dan SR015) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp 77,20 triliun. Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel. Besarnya minat investor pada SR015 di tengah kondisi ketidakpastian karena pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa instrumen yang diterbitkan pemerintah menjadi pilihan investasi yang tepat karena sifatnya yang aman dan likuid.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement