Kamis 30 Dec 2021 22:38 WIB

Spanyol Pangkas Masa Isolasi Covid-19

Banyak masyarakat yang positif Covid-19 tapi tidak mengalami gejala.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
 Orang-orang yang mengenakan masker untuk mencegah penyebaran COVID-19, mengantre untuk membeli tiket lotre Natal di Madrid, Spanyol, Kamis, 2 Desember 2021. Varian omicron virus corona membuat dunia gelisah karena laporan infeksi terkait dengan strain mutan muncul di lebih banyak bagian dunia.
Foto: AP/Paul White
Orang-orang yang mengenakan masker untuk mencegah penyebaran COVID-19, mengantre untuk membeli tiket lotre Natal di Madrid, Spanyol, Kamis, 2 Desember 2021. Varian omicron virus corona membuat dunia gelisah karena laporan infeksi terkait dengan strain mutan muncul di lebih banyak bagian dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Kementerian Kesehatan Spanyol mengurangi masa isolasi bagi orang yang terinfeksi virus Corona dari 10 menjadi tujuh hari. Sementara angka kasus infeksi Covid-19 di Negeri Matador menembus rekor baru.

Keputusan ini juga diambil beberapa negara lainnya seperti Amerika Serikat dan Inggris. Kebijakan tersebut diambil dalam rapat antara Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias dengan kepala-kepala bidang kesehatan pemerintah daerah.

Baca Juga

Kurangnya staf karena lamanya masa isolasi menyebabkan gangguan pada sejumlah industri. Padahal banyak masyarakat yang positif Covid-19 tapi tidak mengalami gejala apapun.

Kementerian Kesehatan juga mengurangi masa karantina wajib bagi yang melakukan kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 menjadi tujuh hari. Darias mengatakan jumlah orang yang diizinkan menonton pertandingan olahraga juga akan dikurangi.

Hingga Selasa (28/12) lalu angka infeksi virus korona mencapai rekor baru menjadi 1.360 kasus per 100 ribu orang. Naik dari hari sebelumnya yang sebanyak 1.206 kasus per 100 ribu orang. Angka ini menandai kenaikan lima kali lipat sejak awal Desember lalu. n Lintar Satria/Reuters  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement