Selasa 01 Feb 2022 16:52 WIB

Tim SAR Cari Dua Pendaki Hilang di Gunung Malabar

Kedua pendaki dikabarkan turun terlebih dahulu dari gunung.

Gunung Malabar (ilustrasi).
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Gunung Malabar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kantor SAR Bandung melakukan pencarian terhadap dua pendaki yang hilang ketika melakukan aktivitas di Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah mengatakan dua orang itu diketahui hilang pada Senin (31/1) ketika akan turun dari puncak gunung. Kedua orang hilang itu bernama Ace (33) dan Yoga (14) yang merupakan warga Arjasari, Kabupaten Bandung.

"Berdasarkan laporan yang diterima dari pihak keluarga, pada hari Minggu (30/01) pukul 07.30 WIB kedua survivor berangkat naik ke Gunung Malabar," kata Deden di Bandung, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga

Menurutnya, mereka memulai pendakian dari jalur Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari. Rencananya pendakian itu dilakukan dengan pergi dan pulang di hari yang sama. Sesampainya di puncak, kedua orang itu diketahui bertemu dengan satu rombongan yang berjumlah enam orang. Mereka lantas berkemah bersama dengan rombongan tersebut."Rombongan itu sudah naik ke puncak sejak Sabtu (29/1). Mereka memutuskan berkemah bersama dan turun pada Senin (31/1)," kata dia.

Kedua orang yang hilang itu kemudian turun terlebih dahulu dan direncanakan menunggu di koordinat yang telah ditentukan sebelumnya dengan rombongan itu."Namun, rombongan tidak menemukan kedua survivor di titik tersebut, kemudian rombongan melakukan pencarian kedua survivor selama kurang lebih tiga jam," kata dia.

Rombongan itu menduga kedua orang itu hilang karena sepeda motor milik kedua orang yang hilang itu masih terparkir di Kantor Desa Mekarjaya. Dengan adanya dua orang hilang itu, kata Deden, Tim SAR memberangkatkan satu tim penyelamatan pada Senin pagi. Tim SAR itu, kata dia, sebelumnya berkoordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.

"Dari keluarga korban, kedua survivor tidak membawa perlengkapan survival yang lengkap, karena rencana awal tidak akan berkemah di puncak," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement