Senin 16 May 2022 12:46 WIB

Jemaat Gereja California Tahan Pria Bersenjata usai Lakukan Serangan

Penembakan menewaskan satu orang dan melukai lima orang warga lainnya.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Seorang petugas menjaga halaman di Gereja Geneva Presbyterian di Laguna Woods, California, Ahad, 15 Mei 2022, setelah penembakan yang fatal.
Foto: AP Photo/Damian Dovarganes
Seorang petugas menjaga halaman di Gereja Geneva Presbyterian di Laguna Woods, California, Ahad, 15 Mei 2022, setelah penembakan yang fatal.

REPUBLIKA.CO.ID, LAGUNA WOODS -- Seorang pria melepaskan tembakan saat resepsi makan siang di sebuah gereja California Selatan pada Ahad (15/5/2022) waktu setempat. Serangan yang membunuh satu orang dan melukai lima warga senior ini dapat dilumpuhkan oleh para jemaat gereja tersebut.

Sekitar 30 hingga 40 anggota Irvine Taiwanese Presbyterian Church berkumpul untuk makan siang setelah kebaktian pagi di Geneva Presbyterian Church  ketika tembakan meletus sesaat sebelum pukul 13.30. Ketika para deputi tiba, umat paroki mengikat pria bersenjata itu dan akhirnya ditahan.

Baca Juga

"Kelompok pengunjung gereja itu menunjukkan apa yang kami yakini sebagai kepahlawanan dan keberanian luar biasa dalam campur tangan untuk menghentikan tersangka. Mereka tidak diragukan lagi mencegah cedera dan kematian tambahan," kata Undersheriff Jeff Hallock.

"Saya pikir aman untuk mengatakan bahwa jika orang tidak melakukan intervensi, itu bisa menjadi jauh lebih buruk," katanya.

Pejabat Departemen Sheriff Orange County mengatakan, sebanyak empat dari lima orang yang terluka menderita luka tembak kritis selama kekerasan dalam gereja di kota Laguna Woods. Tersangka dalam penembakan itu adalah seorang pria Asia berusia 60-an.

Hallock mengatakan, pelaku penembakan telah ditahan dan para deputi menemukan dua pistol di tempat kejadian. Motif penembakan itu tidak segera diketahui tetapi penyelidik tidak percaya pria bersenjata itu tinggal di lingkungan komunitas itu.  Meski juru bicara sheriff Carrie Braun mengatakan, mayoritas dari mereka yang berada di dalam gereja pada saat itu diyakini keturunan Taiwan.

Para korban yang terluka adalah empat pria Asia yang berusia 66, 75, 82 dan 92 tahun, dan seorang perempuan Asia berusia 86 tahun. Sedangkan informasi tentang orang yang terbunuh atas serangan itu belum dirilis.

Hallock menyatakan investigasi masih dalam tahap awal. Dia mengatakan banyak pertanyaan yang belum terjawab termasuk apakah penyerang menghadiri kebaktian gereja, apakah dia dikenal oleh anggota gereja, dan berapa banyak tembakan yang dilepaskan.

Sebuah badan administrasi gereja Presbytery of Los Ranchos menyatakan, acara makan siang itu untuk menghormati seorang mantan pendeta dari jemaat Taiwan. "Tolong pertahankan kepemimpinan jemaat Taiwan dan Jenewa dalam doa-doa Anda saat mereka merawat mereka yang trauma akibat penembakan ini,” kata perwakilan badan tersebut Tom Cramer dalam sebuah pernyataan di Facebook.

Laguna Woods dibangun sebagai komunitas bagi para senior dan kemudian menjadi kota. Lebih dari 80 persen penduduk di kota berpenduduk 18.000 orang sekitar 80 kilometer tenggara Los Angeles ini setidaknya berusia 65 tahun.

Penembakan itu terjadi sehari setelah seorang pria berusia 18 tahun menembak dan menewaskan 10 orang di sebuah supermarket di Buffalo, New York. "Ini adalah berita yang meresahkan dan mengganggu, terutama kurang dari sehari setelah penembakan massal di Buffalo,” kata anggota parlemen Katie Porter yang distriknya termasuk Laguna Woods.

"Ini seharusnya tidak menjadi normal baru kita. Saya akan bekerja keras untuk mendukung para korban dan keluarga mereka," katanya. 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement