Jumat 20 May 2022 19:13 WIB

Haedar Nashir: Aisyiyah Berkiprah Nyata Membangun Bangsa dan Umat

Haedar Nashir menyebut Aisyiyah bergerak sampai ke mancanegara.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Hafil
Haedar Nashir: Aisyiyah Berkiprah Nyata Membangun Bangsa dan Umat. Foto: Logo Aisyiyah
Foto: tangkapan layar google
Haedar Nashir: Aisyiyah Berkiprah Nyata Membangun Bangsa dan Umat. Foto: Logo Aisyiyah

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, 'Aisyiyah menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan. Karakter gerakan perempuan Islam berkemajuan dinilai tidak hanya melekat dan menyatu dalam jiwa dan pikiran organisasi perempuan Islam tersebut.

Namun, karakter tersebut juga teraktualisasi dalam seluruh gerakan amal usaha 'Aisyiyah itu sendiri. Bahkan, Haedar menyebut, gerakan 'Aisyiyah sampai ke pelosok-pelosok negeri dan mancanegara.

Baca Juga

"'Aisyiyah berkiprah nyata untuk membangun bangsa dan umat alam semesta. Sekarang tentu bagaimana 'Aisyiyah menjadikan karakter gerakan perempuan Islam berkemajuan ini sebagai identitas kolektif dan sekaligus identitas organisasi yang disebarluaskan menjadi state of mind bagi masyarakat luas," kata Haedar dalam kegiatan tasyakur milad 'Aisyiyah ke-105 dan halal bihalal, Kamis (19/5/2022)

Haedar pun menjelaskan berbagai karakter dan ciri umum dari gerakan perempuan Islam berkemajuan. Setidaknya, ada delapan poin dari karakter dan ciri umum gerakan perempuan Islam berkemajuan ini.

Pertama yakni berpaham Islam berkemajuan, yang menurut Haedar menjadikan Islam sebagai agama yang membangun peradaban. Islam berkemajuan, katanya, tentu punya pondasi pemahaman Islam yang al-ruju' ila al-Qur'an wa As-Sunnah (kembali pada sumber ajaran Islam, yakni Alquran dan sunnah), tetapi mengembangkan ijtihad.

 

"Dan inilah yang membedakan dari gerakan-gerakan Islam lain yang kembali pada gerakan Islam dan sunnah, tetapi tidak mengembangkan ijtihad atau alat pikiran maju berdasarkan rasionalitas, ilmu pengetahuan dan kontekstualisasi kehidupan," ujar Haedar.

Kedua, karakter dan ciri umum dari gerakan perempuan Islam berkemajuan yakni bercita-cita membangun khaira ummah. Khaira ummah atau membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya atau masyarakat terbaik, merupakan tujuan dari 'Aisyiyah dan Muhammadiyah.

"Menurut Rasulullah cirinya, manusia atau masyarakat terbaik yang memberi manfaat bagi orang banyak tanpa diskriminasi agama, ras, golongan dan berbagai pengelompokan sosial lainnya," tambah Haedar.

Ketiga, karakter dan ciri umum gerakan perempuan Islam berkemajuan yakni bermisi dakwah dan tajdid yang mencerahkan. Keempat, lanjutnya, menjunjung tinggi dan memuliakan martabat manusia laki-laki maupun perempuan, serta perempuan dan laki-laki tanpa adanya diskriminasi.

Ketiga, karakter dan ciri umum gerakan perempuan Islam berkemajuan yakni bermisi dakwah dan tajdid yang mencerahkan. Keempat, lanjutnya, menjunjung tinggi dan memuliakan martabat manusia laki-laki maupun perempuan, serta perempuan dan laki-laki tanpa adanya diskriminasi.

Karakter dan ciri umum gerakan perempuan Islam berkemajuan yang kelima yaitu membangun keluarga sakinah sebagai basis dari masyarakat dan bangsa yang berkeadaban utama. Haedar menuturkan, keluarga merupakan pondasi terkuat dari sebuah sistem besar, baik itu masyarakat, bangsa dan negara maupun dunia.

Tanpa keluarga, katanya, manusia tidak akan bisa membangun kehidupan dengan lebih kokoh. Pada aspek ini, Haedar menegaskan bahwa 'Aisyiyah telah bergerak lama dalam membangun keluarga sakinah.

Lebih lanjut, karakter dan ciri umum keenam yakni gerakan yang menguasai IPTEK dan pemikiran maju. Dalam hal ini, Haedar mengatakan, saatnya 'Aisyiyah dengan berbagai lembaga pendidikan yang dijalankannya untuk bergerak menjadikan Indonesia maju dan bersaing dengan bangsa lain dalam penguasaan IPTEK.

"Kami percaya bahwa Indonesia akan maju jaya dan bersaing dengan bangsa lain ketika kita menguasai IPTEK dan berpikiran maju. Kita masih dalam indeks daya saing bangsa dan human development," jelasnya.

Karakter dan ciri umum ketujuh menurut Haedar yakni harus mampu mengembangkan sumber daya insani sebagai kekuatan. Disini, tugas Muhammadiyah dan 'Aisyiyah menjadi penting untuk mengantarkan dan mendidik generasi muda menjadi pewaris masa depan bangsa.

"Cintailah mereka, didiklah mereka dan mereka harus menjadi masa depan kita yang kita rencanakan, sehingga mereka tidak menjadi generasi lemah," tegas Haedar.

Karakter dan ciri umum yang terakhir dari gerakan perempuan Islam berkemajuan, kata Haedar yakni gerakan yang berperan pro aktif dalam membangun umat, bangsa dan kemnusiaan semesta. Menurut Haedar, 'Aisyiyah dan Muhammadiyah sendiri sudah lama menggerakkan roda kemajuan, ide-ide kemajuan dan karya-karya kemajuan yang melintas batas untuk bangsa dan kemanusiaan semesta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement