Jumat 16 Dec 2022 22:26 WIB

Bahas Terorisme, Menlu India dan Pakistan Saling Tuding

India dan Pakistan saling tuduh dan saling menyalahkan atas serangan teror.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Bendera India dan Pakistan. Bahas Terorisme, Menlu India dan Pakistan Saling Tuding
Foto: freepresskashmir.com
Bendera India dan Pakistan. Bahas Terorisme, Menlu India dan Pakistan Saling Tuding

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON -- Setelah Dewan Keamanan PBB memperingatkan tentang meningkatnya bahaya terorisme saat ini pada sebuah pernyataan Kamis (15/12/2022). Terkait isu ini, utusan dari India dan Pakistan saling tuduh dan saling menyalahkan atas serangan teror.

Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar, tidak pernah menyebut nama Pakistan dalam pidatonya di Dewan Keamanan. Tapi saat menjawab pertanyaan sesudahnya dari wartawan dia mengaku ingat mantan menteri luar negeri AS Hillary Clinton mengatakan selama kunjungan ke Pakistan satu dekade yang lalu “bahwa jika Anda memelihara ular di halaman belakang Anda, Anda tidak dapat mengharapkan mereka hanya menggigit tetangga Anda, akhirnya mereka akan menggigit orang-orang yang menyimpannya di halaman belakang.”

Baca Juga

“Pakistan tidak pandai menerima nasihat yang baik. Dunia saat ini melihat mereka sebagai pusat terorisme," katanya.

Sebelumnya, dia mengatakan kepada dewan bahwa India menghadapi kengerian terorisme lintas batas jauh sebelum dunia tidak menganggapnya serius. Dia mengkalim negaranya telah memerangi terorisme dengan tegas, berani, dan dengan pendekatan tanpa toleransi.

Jaishankar mengatakan serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat yang menewaskan hampir 3.000 orang dan serangan teror 26 November 2008 yang menewaskan 166 orang di Mumbai, India, tidak boleh terjadi lagi.

Sebanyak 10 penyerang Mumbai adalah anggota Lashkar-e-Taiba, sebuah kelompok militan yang berbasis di Pakistan, dan penyelidik India kemudian mengatakan tindakan mereka diarahkan melalui telepon oleh penangan di Pakistan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari saat diminta menanggapi klaim Jaishankar bahwa dunia melihat Pakistan sebagai pusat terorisme mengatakan Pakistan sebagai bangsa telah menjadi korban terorisme. Dia sebagai individu adalah korban terorisme.

Ibunya, Benazir Bhutto, wanita pertama yang terpilih untuk memimpin negara mayoritas Muslim pada 1988, dibunuh. Pengebom menyerbu iring-iringan mobilnya saat dia berkampanye untuk presiden pada 2007.

Bhutto Zardari mengatakan perang melawan terorisme telah menjadi penyebab yang sangat pribadi baginya. “Sebagai seorang Muslim, sebagai seorang Pakistan, sebagai korban terorisme, saya percaya inilah saatnya kita menjauh dari beberapa narasi Islamofobia yang membingkai masalah ini yang terjadi setelah serangan mengerikan 11 September 2001, karena apa kita saksikan dari tanggal itu sampai sekarang adalah bahwa terorisme itu tentu saja tidak mengenal agama, tidak mengenal batas-batas,” ujarnya, Jumat (16/12/2022).

Dia mengatakan Pakistan telah kehilangan lebih banyak nyawa karena terorisme daripada India. Tetapi orang India terus mengatakan Muslim dan teroris bersama-sama baik di Pakistan maupun di India.

Bhutto Zardari berkata Jaishankar harus ingat Usamah bin Laden sudah mati, tapi tukang jagal Gujarat masih hidup dan dia adalah perdana menteri India. Dia merujuk pada Perdana Menteri India Narendra Modi, seorang nasionalis Hindu yang dituduh tidak berbuat cukup untuk mencegah pembunuhan hampir 1.000 Muslim selama kerusuhan 2002 di negara bagian Gujarat, India barat, di mana dia adalah pejabat terpilih tertinggi. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement