Ahad 05 Mar 2023 12:50 WIB

Erick Thohir Janji Benahi Jadwal Liga Musim Depan

Jadwal pertandingan yang baik akan berpengaruh terhadap kualitas timnas Indonesia.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) berbincang dengan sejumlah suporter Persebaya Surabaya di Warung Kopi (Warkop) Pitulikur, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/3/2023). Kehadirannya untuk mendengarkan aspirasi dari suporter Persebaya Surabaya tentang persepakbolaan.
Foto: Antara/Didik Suhartono
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) berbincang dengan sejumlah suporter Persebaya Surabaya di Warung Kopi (Warkop) Pitulikur, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/3/2023). Kehadirannya untuk mendengarkan aspirasi dari suporter Persebaya Surabaya tentang persepakbolaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir berjanji bakal memperbaiki jadwal Liga Indonesia, termasuk jadwal pertandingan timnas Indonesia ke depan. Erick tidak ingin lagi ada klub sepak bola Indonesia yang terkatung-katung akibat tidak adanya kepastian jadwal.

"Karena itu kita menyusun untuk liga ke depan ini lho jadwalnya. Kalau liga sekarang, ya memang sulit. Memang semua ini bagian dari (kepemimpinan PSSI) yang kemarin. Tapi ke depan harus kita lakukan," kata Erick seusai menghadiri Sarasehan Sepakbola Klub Liga 1 dan Liga 2 yang digelar di Hotel Sheraton, Surabaya, Sabtu (4/3/2023).

Erick menekankan, jadwal pertandingan yang baik juga akan berpengaruh terhadap kualitas timnas Indonesia. Erick tidak ingin ketika ada jadwal pertandingan FIFA, timnas Indonesia masih kebingungan akan bertanding dengan siapa. Apalagi, kata dia, untuk menyiapkan timnas yang baik, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

"Gak seperti sekarang, ketika ada ada jadwal FIFA bulan Juni, kita belum tau main lawan siapa. Apa mungkin kita mempersiapkan timnas yang baik hanya latihan seminggu? Gak mungkin. Kita bukan bangsa Eropa, kita bangsa Indonesia yang perlu waktu menyiapkan timnasnya," ujarnya.

Erick pun menyoroti jadwal pertandingan Liga Indonesia yang sebelumnya digelar hingga malam hari. Jadwal pertandingan yang terlalu malam, kata Erick membuat para suporter kesulitan pulang akibat tidak adanya angkutan umum. Bahkan tidak jarang para supporter tersebut terpaksa berjalan kaki, sehingga bisa menjadi pemicu munculnya tindak kriminal.

"Atau jam tayang yang terlalu malam, yang sehingga para suporter sulit pulang ke rumah, sehingga ada tingkat kriminalitas di jalanan. Nah, ini yang harus jadi bagian penting kita, harus memberi solusi pada mereka," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement