Senin 05 Jun 2023 09:45 WIB

Guru Besar UI: Tangerang dan Bekasi Sudah Maju, tapi Depok Kayak Jalan di Tempat

Guru Besar UI sebut Kota Depok jalan di tempat tidak seperti Bekasi dan Tangerang.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Bilal Ramadhan
Kemacetan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat. Guru Besar UI sebut Kota Depok jalan di tempat tidak seperti Bekasi dan Tangerang.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Kemacetan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat. Guru Besar UI sebut Kota Depok jalan di tempat tidak seperti Bekasi dan Tangerang.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Warganet dari Kota Depok terus menyuarakan perubahan di jejaring-jejaring media sosial. Potret kegagalan pembangunan di Kota Depok sekitar 20 tahun dengan kepala daerah di bawah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin tampak.

Guru Besar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI), Prof Hamdi Muluk, mengatakan hingga kini, belum ada perubahan signifikan yang terjadi di Kota Depok selama dua dekade yang dipimpin kader-kader PKS. Bahkan, kondisi daerah penyangga Jakarta ini dikatakannya seperti jalan di tempat.

Baca Juga

"Nggak banyak (perubahan) bahkan di bawah PKS, nggak ada sesuatu yang impresif. Bahkan secara kasat mata, ini kayak jalan di tempat Depok itu. Tangerang sudah maju lebih impresif, Bekasi sudah maju. Ini jalan di tempat. Ada apa gitu, nggak ada terobosannya," kata Hamdi Muluk beberapa waktu lalu.

Menurut dia, Kota Depok tidak kekurangan sumber daya manusia yang unggul karena banyak ahli di daerah ini. "Penjelasannya menurut saya simpel, PKS ekslusif, dia hanya menggerakkan orang-orang yang seide dengan dia, seiman dengan dia, seideologi dengan dia, faktanya begitu," kata Hamdi.

Hamdi menyebut kegelisahan atau keluhan terkait kondisi Depok saat ini dirasakan oleh banyak orang. Berlanjutnya kepemimpinan PKS di kota ini, lanjut dia, karena belum ada tokoh yang mampu bersaing dan memiliki dukungan kuat dari banyak pihak.

"Saya menganalisis, apa kesalahan kegagalan dari 20 tahun PKS berkuasa di sini. Jawaban saya simpel, jadi memang nggak memanfaatkan orang-orang dengan potensi yang besar di Depok itu. Dia hanya mau melibatkan orang-orang yang seideologi dengan dia," ujarnya.

Dia kemudian menyebut, Kaesang Pangarep yang belakangan ini didorong untuk maju jadi calon wali kota Depok mempunyai potensi dan modal politik yang besar. Modal ini yang harus dimaksimalkannya jika ingin mematahkan dominasi PKS di Depok.

"Kaesang modal politiknya besar, kita harus realistis, dalam teori politik ada politik realis. Bahwa dia punya modal politik yang besar karena tentu pak Jokowi punya pengaruh yang besar juga ke partai-partai. Kita sudah tahulah, jadi sebenarnya pembentukan koalisi saya nggak terlalu khawatir," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement