Kamis 20 Apr 2023 16:50 WIB

Saudi Bagikan Ribuan Makanan Bagi Penderita Diabetes di Masjidil Haram

Masjidil Haram diramaikan Muslim yang dekat dengan Allah sepanjang Ramadhan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi suasana jamaah beribadah di Masjidil Haram.
Foto: Saudigazette
Ilustrasi suasana jamaah beribadah di Masjidil Haram.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Muslim di seluruh dunia berbondong-bondong ingin melaksanakan umrah Ramadhan. Ribuan makanan sehat (buka puasa) pun didistribusikan kepada jamaah penderita diabetes di Masjidil Haram, Makkah.

Sebuah unit disiapkan untuk bertanggung jawab atas jamuan buka puasa, bagi jamaah di masjid. Mereka telah membagikan 50.000 makanan untuk penderita diabetes dan orang tua.

Baca Juga

“Unit tersebut berupaya menindaklanjuti dan mengatur proses buka puasa di dalam Masjidil Haram, melalui sistem elektronik. Mereka telah mengeluarkan 2.300 izin terkait untuk lokasi buka puasa, dengan luas total 30.000 meter,” kata manajer unit tersebut, Ebrahim bin Abdullah, dikutip di Gulf News, Kamis (20/4/2023).

Ia menyebut unit ini telah memanfaatkan sumber daya manusia dan teknisnya, untuk mengorganisir jamuan berbuka puasa. Hal ini sejalan dengan rencana kerja yang dipikirkan dengan matang.

Termasuk di antaranya adalah pendaftaran elektronik, pemberian izin kepada penyedia layanan, pengawasan lapangan terhadap kepatuhan terhadap instruksi dan penyediaan sterilisasi dan  kebersihan.

Ditandai dengan ibadah yang intens dan kemurnian spiritual, Ramadhan adalah bulan di mana umat Islam menjalankan puasa dari fajar hingga senja. Muslim juga melakukan shalat malam yang dikenal sebagai Tarawih.

Bulan Ramadhan biasanya ditandai sebagai puncak umrah atau ziarah kecil di Masjidil Haram, khususnya pada 10 hari terakhir di bulan suci ini.

Menurut angka resmi yang dirilis otoritas Saudi, jumlah jamaah di situs tersebut mencapai lebih dari 22 juta dalam 20 hari pertama Ramadhan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kerajaan Saudi telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi umat Islam yang ingin datang ke negara itu dan melakukan umrah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement