Selasa 06 Jun 2023 04:45 WIB

Jamaah Haji Khusus Mulai Berdatangan di Madinah

PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan pada penyelenggara haji khusus.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Erdy Nasrul
Peserta mendengarkan pembekalan manasik oleh konsultan ibadah PPIH Arab Saudi di salah satu hotel kawasan Mekkah, Arab Saudi, Senin (5/6/2023). Konsultan ibadah Daker Mekkah, PPIH Arab Saudi melakukan bimbingan manasik secara langsung dan online untuk pembekalan peribadatan saat puncak pelaksanaan ibadah haji.
Foto: Antara /Wahyu Putro
Peserta mendengarkan pembekalan manasik oleh konsultan ibadah PPIH Arab Saudi di salah satu hotel kawasan Mekkah, Arab Saudi, Senin (5/6/2023). Konsultan ibadah Daker Mekkah, PPIH Arab Saudi melakukan bimbingan manasik secara langsung dan online untuk pembekalan peribadatan saat puncak pelaksanaan ibadah haji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Rombongan jamaah haji khusus Indonesia tiba perdana di Arab Saudi, Senin (5/6/2023). Dijadwalkan ada 283 jamaah haji khusus dari delapan perusahaan biro umrah yang tiba di Madinah pada hari itu.

"Jamaah haji khusus pertama yang datang ke Saudi dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) PT Patuna Mekar Jaya. Ada 29 jamaah dari Jakarta mendarat di Jeddah (Makkah) langsung ke Madinah," kata Kasi Pengawasan Haji Khusus Daker Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Rudi Arumbani, dalam keterangan yang didapat Republika, Selasa (6/6/2023).

Baca Juga

Dia mengatakan PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan pada PIHK terkait layanan jemaah haji khusus. Pengawasan dilakukan sejak di Jakarta, yang mana hal ini berkaitan dengan fasilitas hotel sesuai yang dijanjikan, makanan dan transportasi. Rudi menyebut pihaknya akan memastikan jamaah haji khusus mendapat layanan yang setimpal dengan pembayaran yang cukup mahal.

Untuk tahun ini, kuota jamaah haji khusus Indonesia 2023 sebanyak 18.320 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.680 orang berdasarkan kuota dasar dan tambahan 640 orang.

 

"Kedatangan jamaah haji khusus sekitar 75 persen mendarat di Jeddah dan 25 persen turun di Madinah," lanjut dia.

Rudi lantas mengatakan durasi jamaah haji khusus tinggal di Arab Saudi bervariasi, sesuai paket yang ditawarkan. Minimum 10 hari dan maksimal 30 hari, karena ada haji khusus yang melaksanakan Arbain. Namun demikian.

Penempatan jamaah haji khusus juga disampaikan berbeda dengan haji reguler. Secara aturan, selama di Madinah tempat menginap tidak boleh lebih dari 750 meter dari Masjid Nabawi dan rata-rata jaraknya sekitar 300 sampai 400 meter dengan fasilitas bintang lima.

Dalam hal katering, jamaah haji khusus mendapatkan pelayanan makan prasmanan. Kecuali saat berada di bandara, mereka mendapatkan makanan boks.

Tahun ini, jumlah PIHK yang memberangkatkan jamaah haji khusus sebanyak 295 perusahaan dari total 501 PIHK. Khusus untuk kedatangan perdana berasal dari PIHK PT Patuna Mekar Jaya, PT Kharissa Pernah Holiday, PT Indah Permata Permai, PT Suhada Arafah Wisata, PT Raihan Alya Tour, PT Pancar Ni'mah, serta PT Namira Amalia Utama.

Salah satu jamaah haji khusus, Enen Saribanon Muthalib, mengaku mendaftar haji khusus tahun 2016. Seharusnya ia berangkat dua tahun lalu, tetapi karena pandemi baru berangkat tahun ini.

Perempuan yang menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi ini menyebut selama di Tanah Suci, dia akan berdoa untuk diberikan keselamatan, usia barokah dan diberikan nikmat iman Islam, serta anak yang soleh. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement