Kamis 08 Jun 2023 22:34 WIB

Jelang Idul Adha, Pemkot Tangerang: Kasus LSD Hewan Terkendali

Pemkot Tangerang pastikan wabah LSD terkendali pada hewan kurban.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nora Azizah
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang terus melakukan berbagai upaya dalam mengatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang terus melakukan berbagai upaya dalam mengatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang terus melakukan berbagai upaya dalam mengatasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD). Hal ini dilakukan untuk menjamin keamaan bersama, terlebih dalam waktu dekat akan menyambut hari raya kurban 2023.

Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun mengatakan, Kota Tangerang saat ini sudah dalam kondisi terkendali dan terjamin dalam melakukan upaya antisipasi penyebaran penyakit LSD. 

Baca Juga

“Wabah PMK atau LSD yang menimpa hewan-hewan ternak di Kota Tangerang sejauh ini telah aman terkendali. Bebagai upaya telah kami lakukan, salah satunya pemberian obat secara gratis kepada pedagang atau peternak, apabila mendapati hewan ternaknya terdampak penyakit ini. Obat-obatan gratis tersebut berupa vitamin, antiradang, dan antiparasit yang dapat diambil secara gratis di kantor DKP Kota Tangerang di Gedung Cisadane, untuk mendapatkannya,” ujar Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun, Kamis (8/6/2023).

Ia melanjutkan, selain pemberian obat secara gratis, Pemkot Tangerang juga telah melakukan prosedur pengwasan secara ketat untuk menjamin hewan yang masuk ke Kota Tangerang dalam keadaan sehat. Hal ini dilakukan dengan kewajiban membawa surat sehat dan keterangan vaksinasi dari daerah asal masing-masing. 

 

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga telah memberikan tanda dalam bentuk stiker khusus yang ditempel di lapak-lapak pedagang hewan, untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat, serta menjamin masyarakat mendapatkan hewan yang sehat, terutama untuk kebutuhan kurban mendatang.

“Pengawasan berkala juga telah kami lakukan. Kondisi saat ini telah menjamin hewan kurban yang masuk ke Kota Tangerang sudah dipastikan tervaksinasi dari daerah asalnya, serta dalam keadaan kesehatan yang sudah terjamin,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga akan terus melakukan pengecekan berkala secara rutin. Ditambah, sampai saat ini, Pemkot Tangerang terus melakukan himbauan kepada peternak dan pedagang untuk melakukan disenfeksi kandangnya masing-masing. Kemudian, dia melanjutkan, imbauan dan sosialisasi juga telah kami lakukan secara massif, terutama di bulan April-Mei kemarin, agar terus melakukan disenfeksi kandangnya masing-masing.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga telah memastikan bahwa penyakit LSD ini tidak dapat menular melalui manusia. Jadi, tidak perlu adanya prosedur khusus dalam menangani proses kurban di hari raya kurban mendatang. Serta, masyarakat Kota Tangerang dapat melakukan transaksi pembelian hewan kurban dengan tanpa adanya kekhawatiran mengenai penyakit LSD tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement