Jumat 09 Jun 2023 19:51 WIB

Jamaah Bisa Mendengar Khutbah Jumat Bahasa Indonesia di Nabawi, Ini Caranya

Khutbah Jumat bisa dinikmati melalui saluran radio atau bahkan portal online.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ani Nursalikah
Ariful Bahri, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Riau saat mengisi kajian di Masjid Nabawi, Madinah. Kajian ini biasanya berlangsung bada sholat Magrib dengan materi kajian berbahasa Indonesia.
Foto: Agung Sasongko/Republika
Ariful Bahri, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Riau saat mengisi kajian di Masjid Nabawi, Madinah. Kajian ini biasanya berlangsung bada sholat Magrib dengan materi kajian berbahasa Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Jamaah haji Indonesia di Madinah kini tak perlu bingung lagi saat mendengarkan khutbah Jumat di Masjid Nabawi. Jamaah bisa mendengarkan khutbah tersebut dalam bahasa Indonesia. Memang bisa?

Salah seorang mukimin, Abu Yusuf Jafar Muhammad mengatakan khutbah di Masjid Nabawi itu ada terjemahannya, bisa dinikmati melalui saluran radio atau bahkan portal online. Pria lulusan Universitas Al-Azhar Cairo dan Universitas Islam Madinah (UIM) itu menuturkan jamaah umroh dan haji yang berada di Masjid Nabawi dan ingin mendengarkan khutbah Jumat dengan Bahasa Melayu/Indonesia, silakan melaui Radio FM 99. 00MHz, Mixlr, dan https://harammelayu.mixlr.com/events/2216399.

Baca Juga

"Ada juga link portal online yang langsung diklik saat khutbah Jumat akan dilangsungkan di Nabawi," ujar Yusuf.

Berikut linknya https://manaratalharamain.gov.sa/. Adapun caranya, pertama, jamaah perlu menyiapkan headset. Kedua, pastikan jamaah memiliki aplikasi radio atau kuota internet.

Tahap selanjutnya, sambungkan headset ke handphone sebelum khatib naik mimbar. Dan terakhir, putar gelombang yang sudah ditentukan atau masuk melalui link di atas.

Jika sudah melakukan tahap-tahap di atas, jamaah haji dapat mendengarkan penyampaian khutbah dalam bahasa Indonesia. Ia juga menegaskan layanan tersebut hanya dapat diakses sesaat sebelum khutbah di Masjid Nabawi berlangsung.

"Aktif pas Jumat saja, mas, di jam khutbah," kata Yusuf.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement