Senin 19 Jun 2023 04:57 WIB

Mengenal Ihram dalam Ibadah Haji: Pengertian, Tata Cara, Tempat dan Larangan

Hal wajib yang harus dilakukan jamaah haji adalah berihram.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah
 Jamaah haji tengah memanjatkan doa di Jabal Rahmah, saat menunaikan ibadah wukuf di padang Arafah.
Foto: AP/ Amr Nabil
Jamaah haji tengah memanjatkan doa di Jabal Rahmah, saat menunaikan ibadah wukuf di padang Arafah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jamaah haji dari berbagai negara telah berangsur-angsur memasuki Makkah. Hal wajib yang harus dilakukan jamaah haji adalah berihram.

Dilansir di About Islam, ihram memiliki beberapa pengertian. Pertama, dua helai kain yang dikenakan jamaah laki-laki saat haji. Kedua, perbuatan memulai haji atau umroh dengan niat bahwa seseorang sekarang memulai haji atau umroh dan mengucapkan talbiyah.

Baca Juga

Ketiga, keadaan suci di mana jamaah berada selama haji atau umroh. Jadi, setelah mengenakan ihram (makna pertama) dan niat ihram (makna kedua), jamaah secara otomatis memasuki keadaan ihram, yang mengharuskan mereka menghindari hal-hal tertentu (larangan ihram).

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berihram

1. Memakai Ihram

 

Jamaah haji dianjurkan untuk menjaga kebersihan sebelum mengenakan pakaian ihram. Maka, mereka dianjurkan untuk memotong kuku jari tangan dan kaki, mencukur bulu ketiak dan kemaluan, menyisir rambut dan janggut, memotong kumis, mandi besar atau setidaknya berwudhu.

2. Pria yang berihram

Jamaah haji pria disarankan memakai parfum. Untuk pria, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain. Satu dililitkan pada bagian atas tubuh kecuali kepala.

Biasanya disampirkan di kedua bahu tetapi pada waktu tertentu harus disampirkan di satu bahu. Ini akan dibahas nanti. Yang lainnya dililitkan di bagian bawah tubuh. Jamaah dapat mengencangkan bagian ini dengan ikat pinggang, ikat pinggang uang, atau pin.

3. Wanita yang berihram

Bagi wanita, ihram adalah pakaian biasa yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Di beberapa negara ada tradisi bagi wanita untuk mengenakan pakaian khusus, seperti gaun putih atau jubah hitam, untuk ihram, tetapi ini tidak wajib.

Tidak ada batasan untuk alas kaki wanita. Namun bagi pria, alas kaki sebaiknya tidak menutupi jari kaki dan pergelangan kaki. Oleh karena itu, kaus kaki dan sepatu tidak boleh digunakan oleh pria.

Mengenakan ihram adalah langkah pertama dalam haji dan umroh. Seperti disebutkan di atas, pertama-tama jamaah mengenakan ihram dan kemudian berniat untuk memulai haji atau umrah.

Jamaah boleh mengenakan ihram di rumah atau di mana pun jamaah inginkan, asalkan ketika berniat memulai haji atau umroh telah mengenakan pakaian ihram. Namun, ada tempat-tempat yang ditentukan yang tidak boleh dilewati sebelum mengenakan ihram dan berniat memulai haji atau umroh.

Tata cara memulai ihram...

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement