Senin 19 Jun 2023 19:01 WIB

Bandara Minangkabau Berangkatkan 17 Kloter Jamaah Haji

Secara keseluruhan proses keberangkatan angkutan udara haji berjalan lancar.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah calon haji mengantre memasuki pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (5/6/2023) dini hari. Sebanyak 393 jamaah calon haji dan pendamping tergabung dalam kloter (kelompok terbang) pertama embarkasi Padang diberangkatkan ke tanah suci dengan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 Seri 300 ER.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jamaah calon haji mengantre memasuki pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (5/6/2023) dini hari. Sebanyak 393 jamaah calon haji dan pendamping tergabung dalam kloter (kelompok terbang) pertama embarkasi Padang diberangkatkan ke tanah suci dengan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 Seri 300 ER.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Bandara Internasional Minangkabau sebagai salah satu bandara embarkasi haji tahun 2023 telah memberangkatkan 17 kelompok terbang (kloter) jamaah haji dengan maskapai Garuda Indonesia.

"Saat ini 15 kloter sudah diberangkatkan dengan total 5.891 jamaah," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni melalui pernyataan resminya, dikutip Republika.co.id, Senin (19/6/2023).

Baca Juga

Kristi menambahkan, secara keseluruhan, proses keberangkatan angkutan udara haji berjalan lancar serta tidak terdapat kejadian khusus yang memberikan dampak terhadap penerbangan.

Mengutip data monitoring pada kloter 15 pada 19 Juni 2023, telah diberangkatkan 393 jamaah dengan perincian 168 jamaah pria dan 225 jamaah wanita. Selain itu, terdapat pula 14 jamaah berkebutuhan khusus.

 

Jamaah diberangkatkan dari asrama haji menggunakan 10 bus dan 1 ambulans, dengan pengawalan ketat oleh pihak custom, immigration and quarantine (CIQ).

Seperti diketahui, fokus pelayanan pemerintah dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2023, yakni ramah lansia. Untuk itu kementerian dan lembaga dan stakeholder penerbangan terkait telah mempersiapkan kebutuhan untuk jamaah lansia dengan baik.

"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, agar kebutuhan jamaah haji lansia seperti kebutuhan kursi roda, petugas yang ramah dan sigap membantu mulai dari asrama haji hingga masuk ke dalam pesawat," jelas Kristi.

Kristi menambahkan, setelah semua keberangkatan angkutan udara haji selesai, masih ada tanggung jawab besar yang menunggu, yakni kedatangan jamaah haji dari tanah suci menuju tanah air.

"Kami bersama-sama akan mempersiapkan kebutuhan untuk menyambut kepulangan jamaah haji, mulai dari kesiapan bandara, armada pesawat beserta kru, maupun petugas haji yang bertugas," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement