Rabu 21 Jun 2023 15:58 WIB

Wilayah Mina dan Sejarah Kurban

Jamaah haji diperintahkan bermukim sementara di Mina.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Fasilitas minum di Mina, tempatnya berada di pinggir jalan utama, jamaah haji bisa meminum air langsung dari tempat tersebut.  Selasa (21/6/2023)
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Fasilitas minum di Mina, tempatnya berada di pinggir jalan utama, jamaah haji bisa meminum air langsung dari tempat tersebut. Selasa (21/6/2023)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Mina merupakan suatu tempat di mana jamaah haji diperintahkan bermukim dan bermalam di sana hingga matahari terbit di Bukit Tsubair di hari Arafah. Juga pada hari tasyriq yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Syekh Shafiyurrahman Al Mubarak Furi dalam buku Sejarah Makkah Al Mukarramah menjelaskan, wilayah Mina merupakan daerah bagi jamaah haji melempar jumrah. Daerah ini sangat padat pada hari-hari haji, dan sangat sepi pada hari-hari biasa. Hanya ada sedikit penghuni daerah ini.

Baca Juga

Batas Mina antara perkampungan di Lembah Al Muhassar hingga Aqabah, tempat melempar jumrah yang paling dekat dengan Makkah, yakni jumrah Aqabah. Dan di sini dahulu Rasulullah menerima baiat kaum Anshar.

Di antara keutamaan Mina adalah di sana terdapat Masjid Al Khaif. Juga di sana Allah SWT menurunkan seekor domba kepada Nabi Ibrahim sebagai tebusan untuk puteranya yang akan disembelih. Kisah ini sangat populer bagi umat Islam.

Menyembelih hewan qurban setelah sholat Idul Adha selain sesuai perintah Allah SWT juga sebagai memperingati bagaimana kesabar Ibrahim dan kepasrahan Ismail mejalankan perintah Allah SWT dalam penyembelihan. 

Bagaimana kisah ibrahim menyembelih Ismail lalu diganti seekor hewan sembelihan diabadikan surat Ash-Shaffat Ayat 107.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement