Selasa 27 Jun 2023 14:56 WIB

Ini Skema Layanan 240 Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas Safari Wukuf  

Pemerintah siapkan skema pelayanan maksimal jamaah haji lansia

Pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arafah dilakukan secara bertahap mulai hari ini, Senin (26/6). Pemberangkatan dilakukan dalam dalam tiga tahap. Pertama mulai pukul 07.00-11.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Tahap kedua, mulai pukul 11.00-15.00 WAS. Tahap ketiga, mulai 15.00 WAS sampai selesai.
Foto: Dok MCH 2023
Pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arafah dilakukan secara bertahap mulai hari ini, Senin (26/6). Pemberangkatan dilakukan dalam dalam tiga tahap. Pertama mulai pukul 07.00-11.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Tahap kedua, mulai pukul 11.00-15.00 WAS. Tahap ketiga, mulai 15.00 WAS sampai selesai.

Oleh : Fuji E Permana. reporter Republika.co.id dari Makkah Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/ 2023 M tahun ini memfasilitasi 240 jamaah haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas untuk menjalani safari wukuf. 

Mereka adalah jamaah lansia atau difabel yang memiliki keterbatasan dalam pergerakan sehingga tidak bisa melakukan apa-apa atau memiliki keterbatasan kemampuan fisik berat. 

Baca Juga

"Jamaah lansia dan penyandang disabilitas yang masuk kategori ini kita safari wukufkan," kata Ketua PPIH Arab Saudi 1444 H, Subhan Cholid di Makkah, Selasa (27/6/2023).

Menurut Subhan, fasilitasi ini sebagai upaya PPIH dalam memberikan perlindungan jamaah sekaligus agar mereka bisa menyelesaikan ibadah hajinya.

"Ini bagian ikhtiar kami mewujudkan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas. Agar mereka yang memiliki keterbatasan, tetap terlindungi dan bisa menunaikan ibadah hajinya dengan baik dan selamat," ujar Subhan. 

Sebelum disafariwukufkan, jamaah lansia ini dikumpulkan di lima hotel pada empat wilayah. Di Jarwal, disiapkan hotel 904 A dengan kapasitas 80 orang. Di Misfalah, ada di hotel 1113 dengan kapasitas 40 orang. 

Di wilayah Syisah, disiapkan dua hotel, yaitu 409 dengan 40 kapasitas, dan 410 dengan 40 kapasitas. Sementara di wilayah Raudhah, ada hotel 709 dengan 40 kapasitas. 

"Makan tiga kali sehari dan snack untuk mereka juga disiapkan. Mereka akan tinggal di hotel transit maksimal sampai 30 Juni 2023," ujar Subhan. 

Subhan mengatakan, selama di hotel transit, mereka didampingi dokter, paramedis, pembimbing ibadah, petugas layanan lansia dan disabilitas. Akan dilakukan pengecekan kesehatan rutin dan senam ringan. 

Baca juga: Terpikat Islam Sejak Belia, Mualaf Adrianus: Jawaban Atas Keraguan Saya Selama Ini

Menurut Subhan, jamaah akan diberangkatkan pada 9 Dzulhijjah 1444 H/ 27 Juni 2023 M mulai jam 11.00 waktu Arab Saudi (WAS) ke Arafah dengan enam bus. Persiapan mobilisasi akan dilakukan mulai jam 09.00 WAS. Setiap bus akan diisi maksimal 40 jamaah haji dalam kondisi duduk. 

"Setiap bus akan dikawal sembilan petugas, terdiri atas penunjuk jalan, dokter, pembimbing ibadah, paramedis, pelayanan lansia. Ada 54 petugas yang mengawal mereka, KKHI juga siagakan dua ambulance, on call," jelas Subhan. 

Untuk setiap jamaah haji, dikatakan Subhan, disiapkan antara lain kain ihram, mukena, peralatan mandi, pampers, sarung tangan, masker.

 PPIH Arab Saudi juga menyiapkan sejumlah kursi roda, alat pelindung diri (APD), dan alat kebersihan. 

"Mohon doa restunya, semoga seluruh jamaah haji Indonesia diberi kesehatan dan dapat menyelesaikan ibadah hajinya. Aamiin," ujar Subhan.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement