Rabu 28 Jun 2023 01:47 WIB

Jamaah Haji Furoda Laksanakan Wukuf di Arafah

Jamaah akan bergerak sesudah maghrib menuju Muzdalifah untuk mabit.

Jamaah haji PT Madinah Iman Wisata (MIW) saat berada di Jabal Rahmah di kawasan Arafah untuk mengikuti rangkaian ibadah wukuf pada pelaksanaan haji 2023.
Foto: dok istimewa
Jamaah haji PT Madinah Iman Wisata (MIW) saat berada di Jabal Rahmah di kawasan Arafah untuk mengikuti rangkaian ibadah wukuf pada pelaksanaan haji 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seluruh jamaah haji PT Madinah Iman Wisata (MIW) telah memasuki Jabal Rahmah di kawasan Arafah untuk mengikuti rangkaian ibadah wukuf pada pelaksanaan haji 2023. Sebanyak 92 orang jamaah peserta haji furoda itu pun melaksanakan wukuf dengan khusyuk.

Dirut PT Madinah Iman Wisata Didik Arianto melaporkan bahwa seluruh jamaah menempati tenda haji khusus di wilayah dekat jabal rahmah. Mereka juga telah memulai rangkaian ibadah puncak haji, yakni wukuf di padang Arafah.

Pelaksanaan wukuf dimulai setelah tergelincir matahari dimulai dengan mendengarkan secara khusyu' khutbah Arafah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Milady. Pada kesempatan itu, Ustadz Ahmad mengangkat tema "Haji sebagai pesta pora air mata dalam dekapan maha kasih Allah ta'ala".

Setelah itu jamaah melaksanakan sholat Zuhur dan Ashar yang dijamak taqdim qoshor yang diimami oleh Ustadz Syam Elmarusy. Kemudian dilanjutkan dengan untaian zikir dan panjatan doa pada hari yang sangat mustajab tersebut.

Prosesi wukuf dilakukan secara sempurna sampai tenggelamnya matahari. Kemudian jamaah akan bergerak sesudah Maghrib menuju Muzdalifah untuk mabit. Mereka mengambil batu kerikil sebanyak 49 butir sebagai bekal untuk melontar jumroh di Mina pada hari-hari berikutnya.

Sekitar dua juta jamaah haji dari berbagai belahan dunia pada Selasa (27/6/2023) berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang menjadi puncak ibadah dan sahnya haji. Menurut keterangan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, sebanyak dua juta jamaah haji mulai berdatangan menggunakan bus sejak Senin malam hingga Selasa pagi.

Untuk memastikan kelancaran wukuf, otoritas Saudi menerjunkan lebih dari 32 ribu petugas kesehatan dan ribuan ambulans bersiaga untuk menangani kasus sengatan panas, dehidrasi, dan kelelahan. Berdasarkan pantauan Antara, otoritas Saudi juga menerjunkan ratusan petugas yang membagi-bagikan air mineral kepada jamaah haji mengingat cuaca terik yang mencapai 45 derajat Celcius.

Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan kepada jamaah haji untuk membawa payung dan meminum lebih banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement