Ahad 02 Jul 2023 11:36 WIB

Maman Imanulhaq: Haji Tahun Depan Harus Lebih Profesional

Maman Imanulhaq menilai kemenag sudah berusaha keras layani jamaah haji.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Erdy Nasrul
Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN), Maman Imanulhaq
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN), Maman Imanulhaq

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, menemukan sejumlah catatan dari pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satunya adalah tenda-tenda bagi jamaah haji yang penuh sesak akibat kelebihan kapasitas.

Tak hanya itu, beberapa toilet juga ditemukannya tidak berfungsi dengan baik dan sampai membuat seorang jamaah pingsan karena terlalu lama mengantre. Termasuk insiden bocornya saluran limbah yang menimbulkan bau menyengat dan mengotori sekitar.

Baca Juga

"Yang ketiga banyak sekali orang tua yang kepanasan dan juga menderita penyakit lain sehingga perlu penanganan yang serius," ujar Maman lewat keterangannya, Ahad (2/7/2023).

Catatan lain yang bakal dievaluasi adalah soal pola koordinasi dan komunikasi antarpetugas yang belum kelihatan profesional. Ia pun berharap pelayanan haji di tahun yang akan datang dapat dilakukan lebih profesional dan manusiawi.

 

Ia memastikan, temuan-temuan tersebut menjadi catatan tim pengawas haji DPR pada saat rapat evaluasi nanti. Harapannya, kejadian serupa tak kembali terjadi pada musim-musim haji mendatang.

"Kementerian Agama dan para petugas haji telah bekerja keras melayani jamaah. Namun perbaikan ke depannya agar pelayanan semakin memadai, dibutuhkan tambahan petugas yang lebih banyak sesuai rasio ideal jamaah haji dan mau bekerja secara profesional dan ikhlas," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Fase mabit atau menginap di Mina sudah berakhir. Seluruh jamaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Hal ini sekaligus menandai berakhirnya tahapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina.

Pemulangan jamaah haji dari Mina menuju Makkah berlangsung dua hari, yakni pada 12 dan 13 Dzulhijah 1444 Hijriyah. Lebih dari 156 ribu jamaah haji (74 persen) haji Indonesia mengambil pilihan Nafar Awal, kembali dari Mina pada 12 Dzulhijah. Sebanyak 26 persen lainnya, mengambil pilihan Nafar Tsani, kembali dari Mina pada 13 Dzulhijah.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Indonesia sore ini sudah diberangkatkan dari Mina menuju hotel mereka masing-masing di Makkah. Ini sekaligus mengakhiri fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Dirjen PHU), Hilman Latief di Makkah, Sabtu (1/7/2023).

Hilman mengatakan, dari 209.782 jamaah haji reguler yang tiba di Tanah Suci, sebanyak 198.373 orang menjalani Haji Tamattu', 3.233 orang dengan Haji Ifrad, sedang 31 orang lainnya dengan Qiran.

Sebanyak 98 persen jamaah haji reguler menjalankan ibadah haji Tamattu' jumlahnya mencapai 198.373 orang. Sebanyak 138.082 jamaah haji atau 68 persen di antaranya tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Sementara sisanya jamaah haji mandiri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement