Kamis 06 Jul 2023 19:49 WIB

15 Jamaah Nigeria Wafat Selama Musim Haji

Selain itu, tim medis mencatat tiga kasus cacar air selama periode haji inti.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
ilustrasi Jamaah Haji Nigeria
Foto: MGROL100
ilustrasi Jamaah Haji Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Sebanyak 15 warga Nigeria meninggal dunia dalam ibadah haji 2023 yang baru saja selesai di Arab Saudi. Lebih dari dua juta Muslim dari seluruh dunia berpartisipasi dalam ziarah tahunan itu.

Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) menyatakan Nigeria kehilangan 15 jamaah haji di Arab Saudi pada musim haji 2023. Kepala Operasi dan Kepala Tim Medis Nasional NAHCON Usman Galadima menyampaikan angka tersebut saat pertemuan pasca-Arafah dengan para pemangku kepentingan pada Ahad kemarin di Makkah.

Baca Juga

"Kami memiliki enam kematian yang dilaporkan di Mashair, empat meninggal di Arafah dan dua lainnya meninggal di Mina. Kami sudah kehilangan tujuh jamaah haji sebelum Arafah dan baru saja saya diberitahu kami kehilangan satu jamaah lagi. Sehingga total kematian yang tercatat menjadi 14," kata dia, dilansir Vanguard, Kamis (6/7/2023).

Namun, ada tambahan satu jamaah haji Nigeria yang meninggal dunia di Saudi, yang diketahui bernama Alhaja Kuburat Adunni Shekoni, yang berasal dari Wilayah Pemerintah Daerah Oshodi-Isolo di negara bagian tersebut. Gubernur Negara Bagian Lagos, Babajide Olusola Sanwo-Olu telah mengirimkan belasungkawa kepada keluarga Alhaja Shekoni.

 

Pangeran Anofiu Olanrewaju Elegushi mengatakan, almarhumah adalah seorang jamaah wanita berusia 66 tahun dari Pemerintah Daerah Oshodi-Isolo. Almarhumah ditemukan meninggal di kamar mandi oleh teman sekamarnya. Dia mengatakan penyebab kematiannya belum diketahui.

Pangeran Elegushi mengatakan para peziarah dari negaranya akan memulai perjalanan pulang mereka pada 7 Juli dengan 'penerbangan khusus' yang diharapkan dapat mengangkut semua lansia dan mereka yang memiliki tantangan medis.

Selain itu, tim medis mencatat tiga kasus cacar air selama periode haji inti. Jamaah yang terkena dampak segera dipindahkan keluar daerah sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari penyebaran penyakit.

Tim mencatat dua persalinan selama periode haji di Mina, Arafah dan Muzdalifah. Salah satu ibu hamil melahirkan di jalan. Sedangkan yang kedua dibawa ke klinik dan melahirkan dengan selamat.

Dia menekankan perlunya pemeriksaan medis pra-haji menyeluruh dengan dikeluarkannya sertifikat kebugaran medis. Adapun jamaah lanjut usia dan mereka yang sakit parah harus dilarang berpartisipasi dalam lempar jumrah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement