Senin 10 Jul 2023 05:57 WIB

Saudi Bersiap Menerima 10 juta Muslim untuk Ibadah Umroh

Saudi sedang mempersiapkan pelaksanaan ibadah umroh yang besar.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana rendah ini, peziarah Muslim mengelilingi Kabah, bangunan kubik di Masjidil Haram, di Mekah, Arab Saudi, Rabu, 6 Juli 2022. Peziarah Muslim berkumpul di kota suci Mekah di Arab Saudi untuk haji terbesar sejak pandemi coronavirus sangat membatasi akses ke salah satu dari lima rukun Islam.
Foto: AP Photo/Amr Nabil
Dalam foto yang diambil dengan kecepatan rana rendah ini, peziarah Muslim mengelilingi Kabah, bangunan kubik di Masjidil Haram, di Mekah, Arab Saudi, Rabu, 6 Juli 2022. Peziarah Muslim berkumpul di kota suci Mekah di Arab Saudi untuk haji terbesar sejak pandemi coronavirus sangat membatasi akses ke salah satu dari lima rukun Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Arab Saudi bersiap untuk menerima sebanyak 10 juta Muslim di luar negeri untuk melakukan ibadah umroh setelah musim haji 2023. Kerajaan Saudi sedang mempersiapkan pelaksanaan ibadah umroh yang besar.

Persiapan dilakukan untuk menyambut 10 juta jamaah dari luar negeri untuk melakukan ritual umroh di Masjidil Haram di Makkah. Penyelenggaraan umroh ini, seperti dilansir Gulf News, Ahad (9/7/2023), dimulai dari bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender lunar Islam, yang akan dimulai akhir bulan ini.

Baca Juga

Sekitar 300 perusahaan yang menyediakan layanan umrah telah mengajukan dan memperoleh izin terkait. Pekan lalu, Kementerian Haji dan Umroh Saudi mengatakan telah mulai mengeluarkan visa elektronik untuk musim baru umrah setelah berakhirnya ibadah haji tahunan.

Kementerian mengatakan aplikasi untuk mendapatkan visa umrah diajukan melalui platform Nusuk https://www.nusuk.sa/ar/about. Pemegang visa akan mulai berdatangan ke kerajaan untuk menunaikan umrah mulai awal bulan Muharram.

 

Platform Nusuk memfasilitasi prosedur termasuk akomodasi bagi umat Islam dari seluruh dunia yang berencana untuk melakukan umroh. Dalam beberapa bulan terakhir, kerajaan telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi Muslim perantauan untuk datang ke negara itu untuk melakukan umroh.

Umat Islam yang memegang berbagai jenis visa masuk seperti visa pribadi, kunjungan dan turis, itu diizinkan untuk melakukan umroh dan mengunjungi Raudhoh.

Selain itu otoritas Saudi telah memperpanjang visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari dan mengizinkan pemegangnya untuk memasuki kerajaan melalui semua outlet darat, udara dan laut dan berangkat dari bandara manapun.

Kerajaan juga telah mengumumkan bahwa ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerjasama Teluk berhak untuk mengajukan visa turis, terlepas dari profesinya, dan dapat melakukan umrah.

Demikian pula, pemegang visa Schengen, AS, dan Inggris dapat membuat janji untuk umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, melalui aplikasi Nusuk sebelum tiba di Arab Saudi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement