Selasa 11 Jul 2023 08:12 WIB

200 Bus Siap Bawa Jamaah Haji dari Makkah ke Madinah

Jamaah yang menuju Madinah bagian dari gelombang kedua dan kloter tambahan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah haji kloter SUB 38 menaiki bus di Hotel 603 kawasan Raudhah, Mekah, Arab Saudi, Senin (10/7/2023). Sebanyak 20 kloter jamaah haji gelombang kedua mulai diberangkatkan ke Madinah untuk menjalankan ibadah sunah arbain selama 40 waktu.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Jamaah haji kloter SUB 38 menaiki bus di Hotel 603 kawasan Raudhah, Mekah, Arab Saudi, Senin (10/7/2023). Sebanyak 20 kloter jamaah haji gelombang kedua mulai diberangkatkan ke Madinah untuk menjalankan ibadah sunah arbain selama 40 waktu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengakhiri puncak ibadah haji seminggu yang lalu, kini sebagian jamaah haji Indonesia secara bertahap bergerak dari Makkah ke Madinah. Mulai Senin (10/7/2023) pukul 08.00 WAS, jamaah mulai meninggalkan Makkah dan melanjutkan rangkaian ibadah sunnah di Masjid Nabawi.

Jamaah yang bergerak ke Madinah merupakan bagian dari gelombang kedua dan kloter tambahan. Mereka adalah jamaah yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Baca Juga

Mengingat kondisi mereka yang langsung melaksanakan ibadah haji di Makkah, mereka pun belum melakukan ibadah Arbain atau shalat 40 waktu wajib berjamaah di Masjid Nabawi. Nantinya, jamaah akan berada di Kota Nabi sekitar delapan hingga sembilan hari.

Kasi Transportasi Asep Subhana Subandi menyebut pada hari pertama pergeseran jamaah dari Makkah ke Madinah melibatkan 200 armada bus.

 

"Jumlah tersebut untuk mengangkut 20 kelompok terbang (kloter) yang dimulai sejak pagi. Pada pagi hari ada lima kloter yang sudah diangkut," kata Asep dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (11/7/2023).

Asep juga memastikan perpindahan jamaah dengan bus ini akan berjalan lancar. Kalau pun nantinya ada antrean, lebih karena keterbatasan parkir di area penjemputan sehingga kloter yang berdekatan harus menunggu sejenak sampai bus depan selesai mengangkut jamaah.

Hal ini sempat terjadi kepada jamaah JKS 39 dan JKS 40, yang harus bergantian karena area parkir terbatas. Antrean itu sedikit menghambat keberangkatan, sekitar satu jam dari jadwal yang sudah ditetapkan.

"Selebihnya tidak ada. Tapi Insya Allah nanti di Madinah tidak ada kendala," kata dia.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut untuk koper tidak semuanya berangkat bersama jamaah. Koper besar akan diangkut terpisah dengan bantuan kargo, sedangkan koper jinjing atau kabin diangkut bersamaan dengan bus pengangkut jamaah.

Asep memastikan koper akan terkirim sesuai dengan kloter dan hotel jamaah. "Jika mungkin ada kendala, mungkin saat penurunan karena kondisi lobi hotel yang sempit sehingga ada sedikit kendala," ujar dia.

Di sisi lain, Kepala Sektor 6 Daker Makkah PPIH Arab Saudi Abdul Haris berharap tidak ada keterlambatan dalam pengangkutan jamaah. Hal ini penting karena berkaitan dengan ibadah Arbain di Masjid Nabawi.

"Kami berharap jamaah tetap bisa melakukan ibadah sunnah di Madinah," ujar Abdul Haris.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement