Selasa 11 Jul 2023 13:00 WIB

Tiba di Madinah, Jamaah Haji Mulai Laksanakan Sholat Arbain

Selama di Madinah, jamaah haji akan mendapatkan layanan konsumsi tiga kali sehari.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ani Nursalikah
Masjid Nabawi terus berupaya meningkatkan layanan dalam menyambut tamu Allah dari berbagai negara. Layanan tersebut mencakup banyak hal. Hal tersebut diungkap Direktur Pelayanan Jamaah Masjid Nabawi Ahmad Bin Ali Al Johan kemudian menemui Tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Madinah, Sabtu (17/6/2023).
Foto: Agung Sasongko/Republika
Masjid Nabawi terus berupaya meningkatkan layanan dalam menyambut tamu Allah dari berbagai negara. Layanan tersebut mencakup banyak hal. Hal tersebut diungkap Direktur Pelayanan Jamaah Masjid Nabawi Ahmad Bin Ali Al Johan kemudian menemui Tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Madinah, Sabtu (17/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH --  Jamaah haji gelombang kedua sudah mulai memadati Masjid Nabawi. Setelah menempu perjalanan selama 6-7 jam dari Makkah ke Madinah, sebagian jamaah langsung menunaikan Arbain atau sholat 40 waktu.

Salah satunya Suradi (70 tahun). Jamaah asal Lampung Barat itu mengaku sesaat setelah sampai di hotel langsung menuju Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah.

Baca Juga

"Baru sampai tadi jam 3 sore lebih, Ini langsung mulai Arbain. Harus selesai Arbain," kata jamaah yang menunggu keberangkatan hajinya selama 12 tahun itu, Selasa (11/7/2023) di Madinah.

Suradi yang tergabung dalam kloter PLM 11 itu menempati hotel Front Tiba. Lokasinya hanya berjarak 50 meter saja dari Masjid Nabawi.

 

Jamaah lainnya yang juga langsung menuju Masjid Nabi untuk menjalankan Arbain, yaitu Marzuki (80). Tidak lama setelah tiba di hotel yang sama, Front Tiba, jamaah lansia tersebut langsung memulai Arbain.

"Baru sampai tadi sebelum Ashar. Iya insya Allah mau menjalankan Arbain sampai 8 hari ke depan," kata pria asal Palembang itu.

Marzuki mengaku berangkat haji bersama istrinya. Pria kelahiran tahun 1944 itu terlihat sehat dan tidak mengalami gejala sakit apapun. Hanya batuk-batuk ringan pasca-Armuzna.

Selama di Madinah, jamaah haji akan mendapatkan layanan konsumsi sebanyak tiga kali setiap harinya, yaitu makan pagi, siang dan malam. Makanan yang akan didapat jamaah tetap dengan menu nusantara.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap layanan ramah lansia, Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi juga menyediakan bubur ayam dan biskuit lunak. Di samping juga tetap konsisten dengan layanan kursi roda.

“Bagi jamaah haji lansia, PPIH juga menyiapkan bubur ayam, ada juga biskuit lunak sehingga asupan makanan kepada lansia ini tetap terjaga. Selain itu, disiapkan kursi roda bagi lansia untuk kemudahan mereka ke Masjid Nabawi,” kata Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya di Media Center Haji (MCH) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement