Selasa 11 Jul 2023 19:21 WIB

Jumlah Jamaah Wafat Usai Puncak Haji Bertambah, Ini Imbauan Pembimbing Ibadah

Jamaah haji diimbau membatasi ziarah ke tempat-tempat bersejarah.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Kedatangan jamaah Kloter JKS 39 dan 40 yang tiba di Hotel Madinah Arjwan di Sektor IV.  Mereka tiba di hotel sekitar pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Petugas sektor yang telah menunggu dengan sigap langsung membantu jamaah haji.
Foto: dok MCH 2023
Kedatangan jamaah Kloter JKS 39 dan 40 yang tiba di Hotel Madinah Arjwan di Sektor IV. Mereka tiba di hotel sekitar pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Petugas sektor yang telah menunggu dengan sigap langsung membantu jamaah haji.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji telah melaksanakan rangkaian puncak ibadah haji di padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Setelah rangkaian puncak ibadah haji, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat meningkat.

Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) menunjukkan angka kematian jamaah haji Indonesia mencapai 555 per Selasa (11/7/2023).  Sehubungan dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah KH Zulkarnain Nasution memberikan imbauan kepada jamaah haji Indonesia.  

Baca Juga

"Angka kematian terus meningkat, mengimbau kepada jamaah haji agar tetap menjaga kesehatan," kata Kiai Zulkarnain kepada Republika di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Senin (10/7/2023).  

Kiai Zulkarnain menjelaskan, cara menjaga kesehatan bisa dengan banyak minum air putih, mengonsumsi jatah katering, istirahat cukup, memakai alat pelindung diri (APD) dan menghindari sengatan panas secara langsung.

Jamaah haji juga diimbau untuk mengendalikan diri agar tidak memforsir dengan melaksanakan amalan-amalan sunnah yang melampaui kemampuan diri, seperti umroh sunnah berulang kali. Jamaah haji lebih baik memfokuskan pada amalan-amalan sunnah yang lebih relevan seperti mengkhatamkan Alquran, sholat sunnah, bersedekah, i'tikaf dan lain-lain.

"Jamaah haji juga diimbau membatasi ziarah ke tempat-tempat bersejarah di area Makkah sesuai kemampuan, dan tidak melakukan perjalanan ke luar Makkah," ujar Kiai Zulkarnain.

Berdasarkan data Penyelenggara Kesehatan Haji di Arab Saudi pada 7 Juli 2023, ada sebanyak 111.582 jamaah haji yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sebanyak 53.485 jamaah haji terdeteksi hipertensi, dan sebanyak 21.813 jamaah haji mengalami myalgia atau sakit otot serta kelelahan.

Tercatat juga sebanyak 103 jamaah haji wafat karena syok kardiogenik, 100 jamaah haji wafat karena infark miokard akut, dan 93 jamaah haji wafat karena sepsis yakni disfungsi organ akibat disregulasi sistem imun tubuh seseorang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement