Rabu 19 Jul 2023 15:36 WIB

PPIH Terus Cari Idun, Jamaah Haji Palembang yang Hilang

Pencarian terhadap Idun akan terus dilakukan tanpa batas waktu.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ani Nursalikah
Umat Islam menghadap ka bah jelang shalat Subuh di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Jumat (7/7/2023). Masjidil Haram masih dipadati jamaah yang melaksanakan tawaf dan ibadah lainnya usai pelaksanaan puncak ibadah haji.
Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Umat Islam menghadap ka bah jelang shalat Subuh di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Jumat (7/7/2023). Masjidil Haram masih dipadati jamaah yang melaksanakan tawaf dan ibadah lainnya usai pelaksanaan puncak ibadah haji.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih melakukan pencarian terhadap jamaah haji Indonesia yang hilang Idun Rohim Zen (87 tahun). Saat ini, proses pencarian jamaah yang tergabung dalam kloter 20 Embarkasi Palembang tersebut diperluas hingga ke Madinah.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Zaenal Muttaqin mengatakan, proses pencarian terhadap Idun masih berlangsung hingga saat ini. "Teman-teman Pelindungan Jamaah (Linjam) juga terus berusaha, termasuk kami di Madinah juga mau share barangkali jamaahnya tersebut ada di Madinah," ujarnya, Rabu (19/7/2023).

Baca Juga

Zaenal menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh, jamaah tersebut hilang saat posisi mereka masih di Arafah, Makkah. Zaenal berharap yang bersangkutan segera ditemukan.

"Iya kemarin itu terakhir kita menemukan Pak Suharja dari Kertajati daerah Majalengka 10 dan tinggal satu lagi Pak Indun. Mudah-mudahan bisa segera diketemukan. Jadi ada tiga jamaah hilang, dua orang sudah diketemukan janazahnya," ujarnya.

 

Zaenal menegaskan, kendati peyelenggaraan ibadah haji telah selesai, pencarian terhadap Idun akan terus dilakukan tanpa batas waktu. Menurut Zaenal, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi akan melanjutkan pencarian.

"Ada perwakilan negara kita, KJRI melalui staf teknis urusan haji atau Kantor Urusan Haji (KUH) akan mencari. Jadi ketika petugas haji sudah selesai bukan berarti pencarian berhenti. Tapi tetap dilanjutkan oleh pihak-pihak terkait yang diamanahkan negara untuk melindungi warga negara Indonesia di Arab Saudi. Tidak ada batas waktu," ujarnya.

Begitu juga dengan jamaah sakit. Meski rombongannya telah pulang ke Tanah Air, jamaah yang sakit tetap ditanggung oleh Pemerintah Arab Saudi. Saat mereka layak pulang, maka akan dipulangkan diantar oleh teman-teman dari Konsulat Jenderal RI melalui staf teknis urusan haji atau Kantor Urusan Haji (KUH).

"Jadi usaha pencarian terus terus dilakukan dari berbagai sisi. Kemarin saat kami berada bersama dengan Pak Harun, beliau mengatakan ada beberapa rumah sakit juga tempat-tempat penyimpanan jenazah yang kita terus mencari," ucapnya.

Apabila nanti ada pernyataan resmi dari pihak Arab Saudi, ia akan menyampaikan kepada keluarga dan masyarakat.  

"Kita juga ada konsulat, itu berhubungan dengan pemerintah Arab Saudi, ketika misalnya menemukan jenazah atau orang yang memang bisa jadi dengan identitas sebagaimana tersebar itu, kan difoto atau juga video maka bukan hanya sebatas teman-teman yang bertugas tapi kita juga membangun jaringan," ucapnya.

Zaenal mencontohkan bagaimana jenazah Suharja ditemukan bukan oleh warga negara Indonesia, tapi oleh pihak keamanan atau komunitas. "Tiba-tiba kemudian ada di mustasfa misi terakhir," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement