Kamis 20 Jul 2023 05:31 WIB

Pergantian dan 10 Fase Pembuatan Kiswah

Kiswah terbuat dari sutra mentah.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Petugas melakukan penggantian kain penutup Kabah atau kiswah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Rabu (19/7/2023). Pemerintah Arab Saudi mengganti kiswah setiap 1 Muharam atau masuk tahun baru Islam.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Petugas melakukan penggantian kain penutup Kabah atau kiswah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Rabu (19/7/2023). Pemerintah Arab Saudi mengganti kiswah setiap 1 Muharam atau masuk tahun baru Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Penutup Ka'bah telah diubah dalam ritual tahunan. Upacara akbar berlangsung pada Rabu (19/7/2023), bertepatan dengan hari pertama bulan Muharram 1445 Hijriah dalam kalender Islam.

Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa proses tersebut melibatkan 130 teknisi dan produsen serta mengikuti prosedur sepuluh langkah yang rumit.

Baca Juga

Dilansir dari laman Gulf News pada Rabu, Kiswah, sebutan kain penutup Ka'bah dalam bahasa Arab, terbuat dari sutra mentah, dengan 120 kilogram kawat emas dan 100 kilogram kawat perak yang dijalin ke dalamnya. Bahan bakunya diproses dengan cermat di jalur perakitan yang menggunakan mesin jahit terbesar di dunia

Pengrajin terampil menyulam bagian kain sutra hitam dengan ayat-ayat Alquran menggunakan kabel emas. Sebuah tim khusus mengawasi seluruh proses penggantian Kiswa yang terdiri dari 56 keping bersulam emas. Setiap bagian, membutuhkan pekerjaan tangan yang rumit, membutuhkan waktu antara 60 hingga 120 hari untuk menyelesaikannya.

Produksi 56 buah Kiswah sulaman tangan melibatkan lebih dari 100 pengrajin terampil. Setiap bagian melewati proses bordir yang teliti yang memastikan standar kualitas tertinggi. Tahapan produksi meliputi berbagai tahapan, antara lain desalinasi, pencelupan, penenunan, pencetakan ayat Alquran, dan bordir manual. Ayat-ayat Alquran dan prasasti Islam disulam dengan rumit dengan benang kawat perak berlapis emas selama fase ketujuh.

Fase pertama melibatkan desalinasi, di mana kain sutra Kiswah dicuci dengan air bersuhu yang dikontrol dengan hati-hati untuk menghilangkan kotoran. Selanjutnya dilakukan proses pencelupan, di mana bagian luar kiswah diwarnai hitam. Untuk memastikan kualitasnya, sampel kain diambil secara acak sebelum dan sesudah pencelupan.

Penenunan otomatis mengikuti, dengan lebih dari 9.900 benang per meter anyaman sutra menggunakan teknologi mutakhir. Fase pencetakan melibatkan penulisan ayat-ayat Alquran di sabuk Ka'bah. Sulaman manual, dilakukan oleh pengrajin terampil, kemudian dilakukan dengan benang kawat perak berlapis emas yang digunakan untuk menyulam Kiswah dengan hati-hati.

Pada fase ketujuh, ayat-ayat Alquran dan prasasti Islam disulam dengan rumit menggunakan benang kawat perak berlapis emas yang sama. Pemeriksaan kualitas yang komprehensif dilakukan pada fase kedelapan untuk menjamin terpenuhinya standar tertinggi. Fase kesembilan menampilkan perakitan 56 buah Kiswa, yang dibuat dengan susah payah oleh lebih dari 100 pengrajin terampil. Akhirnya, pada tahap kesepuluh dan terakhir, Kiswah lama diganti dengan yang baru dibuat.

Sumber:

https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/watch-kiswa-the-cover-of-the-kaaba-changed-in-intricate-annual-ritual-1.1689762780319

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement