Selasa 01 Aug 2023 23:27 WIB

Jamaah Haji Bukittinggi Sudah Pulang ke Tanah Air, Satu Jamaah Wafat

Isak tangis bahagia mengiringi kepulangan jamaah kembali ke Kota Bukittinggi.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah jamaah haji turun dari pesawat, saat kedatangan kloter pertama jamaah haji embarkasi Padang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (17/7/2023). Data Kanwil Kemenag Sumbar, dari total 6.644 jamaah haji embarkasi Padang asal Sumbar dan Bengkulu, sebanyak 28 orang meninggal dunia di tanah suci.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Sejumlah jamaah haji turun dari pesawat, saat kedatangan kloter pertama jamaah haji embarkasi Padang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (17/7/2023). Data Kanwil Kemenag Sumbar, dari total 6.644 jamaah haji embarkasi Padang asal Sumbar dan Bengkulu, sebanyak 28 orang meninggal dunia di tanah suci.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Sebanyak 294 jamaah haji asal Kota Bukittinggi, Sumatra Barat sudah kembali ke tanah air, Senin (31/7/2023). Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Eri Iswandi menyebut satu orang jamaah haji dinyatakan wafat.

“Selamat datang kembali di Kota Bukittinggi para Dhuyufurrahman atau tamu Allah, Insya Allah mabrur,” kata Eri, Selasa (1/8/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan jamaah haji Kota Bukittinggi masuk dalam kloter 15 embarkasi Padang. Jumlah jamaah haji yang berangkat sebanyak 295 orang dengan satu orang meninggal dunia di Makkah atas nama D dalam usia 70 tahun.

Menurut Eri, 294 jamaah haji Bukittinggi yang telah selesai melaksanakan rukun Islam ke lima itu dalam keadaan sehat. Ia mendoakan jamaah yang meninggal husnul khatimah.

 

Eri menjelaskan isak tangis bahagia mengiringi kepulangan jamaah kembali ke Kota Bukittinggi yang dipusatkan di depan rumah dinas Wali Kota, Belakang Balok.

Salah satu jamaah haji Bukittinggi Nurmilis mengaku lega setelah selesai mewujudkan cita-cita lamanya menunaikan ibadah haji. Ia tercatat sebagai jamaah haji tertua dari Bukittinggi tahun ini dengan usia 85 tahun.

Kepada Republika, Nurmilis menceritakan, ia sudah bercita-cita berangkat naik haji ke Tanah Suci sejak almarhum suaminya masih hidup. Tapi, momen itu tidak terwujud karena suaminya keburu dipanggil menghadap Allah SWT pada 2006.

Sehingga ketika itu Nurmilis urung mendaftar. Ia baru mendaftar pada 2014. Sehingga ia kebagian giliran berangkat tahun ini.

“Alhamdulillah Allah memberikan saya kesehatan dan rejeki sehingga kesampaian menunaikan ibadah haji,” ucap Nurmilis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement