Rabu 23 Aug 2023 21:52 WIB

Masjid Al Jabbar, Desain Tersulit Ridwan Kamil

Masjid Al Jabbar didesain oleh Ridwan Kamil.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Pengunjung melihat sejumlah produk UMKM unggulan Jawa Barat pada acara Mumtaz Fest di pelataran Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/8/2023). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Muharram UKM Terbaik Zillenial Festival (Mumtaz Fest) yang bertujuan untuk mempromosikan dan memasarkan produk UMKM, UKM zillenial, serta produk peserta OPOP (One Pesantren One Product) terbaik unggulan dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pengunjung melihat sejumlah produk UMKM unggulan Jawa Barat pada acara Mumtaz Fest di pelataran Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/8/2023). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Muharram UKM Terbaik Zillenial Festival (Mumtaz Fest) yang bertujuan untuk mempromosikan dan memasarkan produk UMKM, UKM zillenial, serta produk peserta OPOP (One Pesantren One Product) terbaik unggulan dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan, selama ini sudah mendesain 70 masjid yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Dia pun berjanji akan terus membangun masjid meski dirinya tak lagi menjabat sebagai kepala daerah.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, dari seluruh masjid yang pernah didesainnya, yang terumit dan paling berkesan adalah mendesain Masjid Raya Al Jabbar.

Baca Juga

‘’Sudah 70 masjid saya desain di Indonesia dan dunia, yang terumit dan terbesar dalam hidup saya adalah Masjid Raya Al Jabbar di Gedebage,’’ kata Kang Emil, saat meresmikan Masjid Jami Al Karomah di Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Selasa (22/8/2023).

Selama menjadi gubernur, Kang Emil mengaku sering membuat kebijakan agar anggaran dialokasikan untuk pembangunan sarana ibadah warga, khususnya masjid maupun membantu membuatkan desainnya. Hal serupa akan tetap dilakukannya, apapun jabatan yang akan diemban ke depannya.

Kang Emil pun memastikan akan terus membangun masjid meski dirinya tak lagi menjabat sebagai kepala daerah.

‘’Sampai akhir hayat saya akan membangun masjid, baik membantu dananya, lewat kebijakan maupun membuatkan desainnya,’’ tukas Kang Emil.

Adapun Masjid Jami Al Karomah merupakan masjid yang direnovasi total sejak tahun lalu. Kang Emil saat itu memerintahkan Bank Bjb untuk membantu pembangunan masjid tersebut melalui dana CSR (Coorporate Social Responsibility).

Kini, lewat suntikan dana Rp 1 miliar dari Bank Bjb, ditambah dari para donatur, masjid megah itu menjadi kebanggaan warga Desa Tenajar.

‘’Bank Bjb bantu Rp 1 miliar. Alhamdulillah, sekarang masjidnya indah dan dapat digunakan lagi oleh warga untuk beribadah,’’ tutur Kang Emil.

Sesuai dengan visi yang diusung Kang Emil, yaitu Jabar Juara Lahir Batin, pembangunan di Jabar tak melulu soal infrastruktur sebagai penunjang perekonomian. Namun diseimbangkan pula dengan pembangunan spiritualitas warganya, salah satunya dengan membangun sarana ibadah.

Setelah meresmikan Masjid Jami Al Karomah, Kang Emil kemudian menyerahkan santunan kepada kaum duafa dan yatim piatu di wilayah Desa Tenajar. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement