Kamis 24 Aug 2023 16:14 WIB

Satu Orang Meninggal Saat Banjir dan Badai Melanda Makkah

Ia kehilangan nyawa saat mencoba melarikan diri dari mobilnya yang terendam banjir.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah umroh berdoa saat badai di Masjidil Haram, Makkah, Agustus 2023.
Foto: SPA
Jamaah umroh berdoa saat badai di Masjidil Haram, Makkah, Agustus 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Kota Makkah dilaporkan dilanda badai petir pada Selasa (22/8/2023) malam dan Rabu (23/8/2023) pagi. Cuaca buruk membuat kota itu menjadi sasaran sambaran petir dan banjir di beberapa titik.

Seorang guru di Sekolah Dasar Mina Mohammed Al-Twaim, menjadi korban meninggal dunia akibat cuaca buruk tersebut. Ia kehilangan nyawa saat mencoba melarikan diri dari mobilnya setelah kendaraan itu terendam air banjir.

Baca Juga

Dari berbagai video yang beredar di media sosial, terlihat pula sebuah petir menyambar hotel ikonik Fairmont Makkah Clock Royal Tower dan menerangi langit malam pada Selasa (22/8/2023) malam. Di dalam tangkapan gambar ini terlihat pula para peziarah mencoba mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram.

Dilansir di Arab News, Kamis (24/8/2023), badai tersebut membawa angin kencang dengan kecepatan melebihi 80 kilometer per jam dan curah hujan 45 milimeter dalam waktu 24 jam. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Pusat Meteorologi Nasional, Hussein Al-Qahtani.

Tidak hanya itu, beberapa video yang diunggah di dunia maya juga memperlihatkan umat Muslim yang berada di luar masjid terguling oleh angin. Cuaca ini juga menyebabkan pembatas jamaah meluncur dengan mulus di lantai yang licin karena hujan.

“Pemandangannya sangat menakutkan. Semuanya terjadi dalam beberapa menit, ketika hujan mulai turun dengan derasnya," kata salah seorang warga Makkah, Mohammed.

Warga lainnya, Abu Mayyada bercerita saat badai buruk ini melanda ia sedang keluar membeli rokok dan bensin. Seketika, ia merasa semuanya mendadak gelap di depan mata.

“Tiba-tiba saya kehilangan kendali atas kendaraan saya. Saya tidak dapat melihat apa pun, jadi saya mulai mendengarkan Alquran di radio. Saya tidak mengerti apa yang sedang terjadi,” ucap dia.

Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud, memutuskan tetap menutup sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut. Sebagai gantinya, kelas-kelas akan dilaksanakan menggunakan platform e-learning.

"Hal ini dilakukan demi kepentingan keselamatan semua orang,” ujar dia.

Berdasarkan laporan pusat meteorologi setempat, dikeluarkan peringatan akan adanya badai lebih lanjut di wilayah Makkah dan tempat lain di Arab Saudi bagian barat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement