Rabu 13 Sep 2023 14:12 WIB

Jaga Fisik Agar Ibadah Umroh Berjalan Lancar

Jamaah umroh dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Kegiatan umroh dan haji.  Ilustrasi
Foto: Amr Nabil/AP
Kegiatan umroh dan haji. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Sejak dimulainya musim umroh 1445 H, umat Muslim dari seluruh dunia pun berduyun-duyun memenuhi Tanah Suci. Agar ibadah bisa terlaksana dengan baik dan sempurna, pihak berwenang Saudi memperingatkan agar menyiapkan fisik dengan baik.

Umat beriman disebut harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan ritual di Masjidil Haram, tempat paling suci umat Islam di Makkah. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan serangkaian usaha, yang menjadikan mereka dalam kondisi fisik yang prima.

Baca Juga

"Langkah-langkah tersebut antara lain menghindari makanan berat, menjaga asupan cairan, berjalan-jalan di hari-hari sebelum ibadah, minum obat tepat waktu, serta melembabkan tubuh untuk menghindari lecet pada kulit," kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi dikutip di Gulf News, Rabu (13/9/2023).

Selain itu, setiap jamaah umroh juga disarankan untuk mandi menggunakan air hangat sebelum menuju Masjidil Haram. Menjelang umroh, mereka juga disarankan agar istirahat dan tidur yang cukup pada malam harinya.

Kerajaan Arab Saudi memperkirakan sekitar 10 juta Muslim dari luar negeri akan melakukan ibadah selama musim umroh saat ini. Musim baru tersebut diketahui telah berlangsung lebih dari sebulan yang lalu.

Musim haji dimulai setelah berakhirnya ibadah haji tahunan, yang dihadiri sekitar 1,8 juta umat Islam. Jumlah ini dicapai untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir, setelah pembatasan terkait pandemi dicabut.

Bagi umat Muslim yang tidak mampu secara fisik atau finansial untuk melaksanakan ibadah haji, rata-rata memilih pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umroh.

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah meluncurkan sejumlah fasilitas bagi umat Islam dari luar negeri yang ingin datang ke negara tersebut untuk melakukan umrah.

Bagi mereka yang memegang berbagai jenis visa masuk, seperti visa pribadi, visa kunjungan dan turis, diperbolehkan untuk melakukan umrah dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, di mana makam Nabi Muhammad SAW terletak di Masjid Nabawi Madinah. Kunjungan ini bisa dilakukan dengan memesan janji temu elektronik sebelumnya.

Pemerintah Arab Saudi juga telah mengubah kebijakan dengan memperpanjang masa berlaku visa umroh, dari semula 30 hari menjadi 90 hari. Saudi lantas mengizinkan pemegang visa umroh memasuki Kerajaan melalui semua jalur darat, udara dan laut, serta berangkat dari bandara mana pun.

Tidak hanya itu, Kerajaan Saudi saat ini telah mengizinkan jamaah umroh perempuan melaksanakan ibadah tidak lagi harus diantar oleh wali laki-lakinya.

Kerajaan juga mengatakan ekspatriat yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) berhak mengajukan visa turis, apa pun profesinya. Visa ini juga bisa digunakan untuk menunaikan umroh.

Bulan lalu, Arab Saudi mengumumkan penambahan delapan negara dalam sistem e-visa kunjungannya. Jenis visa ini memungkinkan warga negara tersebut datang ke Kerajaan untuk umrah dan pariwisata, sehingga menambah jumlah total negara yang warganya memiliki akses ke sistem ini menjadi 57.

Pemegang visa Schengen, AS dan Inggris juga dapat membuat janji temu umroh dan mengunjungi Al Rawda Al Sharifa, melalui aplikasi Nusuk sebelum tiba di Arab Saudi.  //  Zahrotul Oktaviani

https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/get-physically-prepared-and-stay-fit-saudi-arabia-tells-umrah-pilgrims-1.97967418

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement