Senin 18 Sep 2023 18:30 WIB

Menag Sampaikan Hasil Evaluasi Haji 2023 Bersama Komisi VIII

Dalam rapat dibahas juga terkait permasalahan pelayanan di Armina.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2023). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah Haji Tahun 1444H/2023 serta membahas isu-isu aktual lainnya.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2023). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah Haji Tahun 1444H/2023 serta membahas isu-isu aktual lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi VIII DPR menggelar rapat kerja (Raker) bersama Kementerian Agama (Kemenag), Senin (18/9/2023). Rapat kali ini membahas seputar hasil evaluasi pelaksanaan haji 1444 H/2023 M.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut tahun ini adalah operasional haji dengan jamaah lanjut usia (lansia) terbanyak, yaitu 61.536 jamaah. Berdasarkan data yang ada, jamaah yang berusia di atas 65 tahun mencapai sekitar 30 persen dari total jamaah keseluruhan.

Baca Juga

"Ini adalah jumlah terbanyak. Siskohat mencatat data tahun 2014 22.022 jamaah, tahun 2015 23.928 jamaah, tahun 2016 25.471 jamaah, tahun 2017 33.732 jamaah, tahun 2018 32.499 jamaah dan 2019 sebanyak 39.659 jamaah," ujar dia dalam raker tersebut.

Selain itu, ia juga menyebut tahun ini PPIH Saudi melakukan safari wukuf lansia dan jamaah disabilitas. Tercatat sebanyak 129 jamaah mengikuti wukuf lansia dan disabilitas. Di luar itu, sebanyak 238 jamaah Indonesia yang sakit disafariwukudkan oleh Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Terkait kuota, tahun ini Indonesia mendapat kuota 221 ribu jamaah yang terbagi menjadi 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah khusus. Ada tambahan kuota dari Saudi sebanyak 8.000, yang dibagi menjadi 7.360 jamaah reguler dan 640 jamaah khusus.

"Transportasi udara kita menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Masih ditemukan berbagai persoalan, seperti perubahan jadwal dan/atau kapasitas pesawat, sehingga menyebabkan pergeseran dan perubahan komposisi kloter," lanjut dia.

Yaqut lantas menyebut untuk konsumsi sebanyak 14.506.169 boks makanan dibagikan Makkah. Hal ini terbagi menjadi 7.774.613 sebelum puncak haji dan 6.731.566 setalah puncak haji. Di Madinah disiapkan 5.480.625 boks, yang mana 2.588.922 sebelum puncak haji dan 2.891.703 setelah puncak haji.

Konsumsi ini diberikan dalam bentuk sarapan (makan pagi), makan siang dan makan malam. Untuk di bandara, saat kedatangan dibagikan 107.305 boks dan 101.246 boks saat kepulangan ke Tanah Air.

Ia kemudian membahas soal permasalahan pelayanan di Armina yang terjadi di beberapa maktab. Di antaranya adalah keterlambatan datangnya makanan, sanitasi tidak lancar, serta layanan penjemputan di Muzdalifah.

"Kemenag telah menerima hasil investigasi terkait Armina dari Saudi. Investigasi dilakukan oleh Nazaha atau Lembaga Antikorupsi Saudi. Hasilnya ada sejumlah kekurangan pelayanan yang semestinya disediakan pihak ketiga. Fakta ini akan menjadi pertimbangan dan bahan evaluasi persiapan penyelenggaraan haji 1445H," ujar Gus Men, panggilan akrabnya.

Terakhir ia membahas seputar kondisi kesehatan jamaah yang berkaitan dengan jumlah jamaah yang meninggal. Di Madinah jumlahnya mencapai 84 orang, Makkah 654 orang dan Jeddah 14 orang. Total jamaah yang wafat mencapai 752 orang.

"Sebanyak 562 jamaah berusia di atas 65 tahun, 81 jamaah di usia 60-64 tahun, 109 lainnya di bawah 60 tahun. Paling tua berusia 98 tahun sebanyak dua orang dan paling muda 42 tahun ada enam orang," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement