Kamis 21 Sep 2023 14:19 WIB

Nigeria Pertahankan Kuota 95 Ribu Jamaah Haji pada 2024

Nigeria akan menyelesaikan pengaturan dan negosiasi haji dalam 120 hari ke depan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
ilustrasi Jamaah Haji Nigeria
Foto: EPA-EFE/AMEL PAIN
ilustrasi Jamaah Haji Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Nigeria tetap mempertahankan alokasi kuota 95 ribu jamaah untuk haji 2024. Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengumumkan alokasi tersebut pada pertemuan Zoom dengan pimpinan Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON).

Dalam sebuah pernyataan pers, Wakil Direktur Informasi dan Publikasi NAHCON Mousa Ubandawaki mengatakan Nigeria diperkirakan akan menyelesaikan semua pengaturan dan negosiasi dengan penyedia layanan termasuk katering, akomodasi, dan transportasi dalam 120 hari ke depan.

Baca Juga

Ubandawaki menambahkan, pihaknya juga akan menyerahkan daftar pejabat medis dan pejabat lainnya kepada otoritas Saudi secepatnya. Kerajaan Saudi disebut memiliki rencana untuk bekerja sama dengan kedua badan tersebut secara erat.

Dia lantas mengatakan, NAHCON juga didesak memastikan hanya maskapai penerbangan, dengan setidaknya dua pesawat di armadanya dan cadangan yang ditunjuk atau diizinkan untuk berpartisipasi dalam operasi haji 2024.

Memimpin tim dari Saudi Badr Mohammed Al-Somi, mendesak komisi untuk berusaha memenuhi tenggat waktu. Tujuannya, agar kerajaan dapat membuat rencana yang memadai dan menghindari pengalaman dan insiden yang terjadi pada ibadah haji tahun ini.

“Kami ingin semua Utusan Haji proaktif dalam memenuhi tenggat waktu kami, sehingga kami tidak membiarkan apa yang terjadi sebelumnya dan juga memberikan waktu yang cukup bagi utusan haji untuk memeriksa layanan sebelum kedatangan jamaah,” kata dia dikutip di Leadership Nigeria, Kamis (21/9/2023).

Selanjutnya, ia berjanji pengembalian dana yang diminta oleh NAHCON sedang dikerjakan. Segera setelah hasil komite investigasi dirilis, hal tersebut akan ditindaklanjuti.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua NAHCON Zikrullah Kunle Hassan meminta pemerintah Saudi untuk mempercepat tindakan pengembalian dana makanan dan layanan tenda yang tidak disediakan di Mashair.

Dia lebih lanjut menegaskan kembali perlunya Kerajaan Saudi untuk melepaskan diri dari penyediaan layanan makanan di Mashair, serta membiarkan negara mengambil alih layanan di Mina dan Arafah. Tujuannya, agar jamaah haji dapat menikmati makanan lezat yang biasa mereka nikmati di rumah.

Hassan juga meminta dukungan dan bantuan Kementerian Haji Saudi, dalam mengamankan pengembalian dana yang dibayarkan kepada Otoritas Umum Penerbangan Saudi (GACA) atas nama Maskapai Penerbangan Nigeria pada 2019.

Ia meminta kementerian tersebut meninjau kembali keputusannya, agar mengizinkan penerbangan jamaah haji Nigeria melalui Bandara Internasional King Abdul-Aziz Jeddah daripada Madinah. Ia beralasan pengaturan saat ini akan menimbulkan kemacetan dan masalah logistik bagi jamaah. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement